Agenda evaluasi tahap kedua ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara tokoh legislatif, pegiat budaya, dan masyarakat adat untuk menjaga warisan leluhur tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Baca Artikel Ini
Menuju Pendidikan Kebudayaan yang Bermakna
H.Giyono membuka Do"a agar kegiatan Lancar .Dalam forum tersebut, seluruh peserta membahas kesiapan teknis, penguatan konsep acara, hingga strategi pelestarian budaya daerah agar mampu menjadi pendidikan karakter bagi generasi muda.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi gerakan nyata dalam menggali kembali jati diri masyarakat Purbalingga melalui pendekatan budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan para leluhur.
Setya Aji Hartoyo ,juga menyampaikan Apresiasi Dukungan Kepada stakeholder
Ketua Pelaksana kegiatan, Setya Aji Hartoyo, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung suksesnya evaluasi tahap kedua tersebut.
H. Karsono Siap Mengawal Kelestarian Budaya Lokal
Dalam kesempatan itu, H. Karsono, S.Pd.I. menegaskan bahwa budaya dan media tradisional memiliki peran penting sebagai sarana pendidikan sekaligus penguat kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat.
Menurutnya, kebijakan pemerintah harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat lokal agar identitas daerah tidak hilang akibat derasnya arus modernisasi.
Komitmen Menjaga Warisan Leluhur Jawa Tengah
Pasukan Adat Nusantara Indonesia bersama DPRD Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mendorong kegiatan budaya yang mampu memperkuat identitas masyarakat, sekaligus menjaga tradisi tetap utuh dan lestari.
Dengan adanya evaluasi tahap kedua ini, diharapkan agenda kebudayaan pada pertengahan Mei nanti mampu menjadi contoh nyata pendidikan budaya berbasis masyarakat di Kabupaten Purbalingga.


