|
| Lintas Ormas berdiskusi untuk kesepahaman, bagaimana umat bahagia. |
Forum kebangsaan yang menghadirkan tokoh lintas organisasi Islam menjadi bukti nyata bahwa persatuan umat tetap terjaga di tengah dinamika zaman. NU, LDII, dan Muhammadiyah bersama badan otonom masing-masing menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga nilai kebangsaan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.
|
| Bersama PD Muhamadiyah dan Ketua LDII Kabupaten Purbalingga |
Kehadiran Tokoh Lintas Ormas Islam
Forum kebersamaan ini dihadiri oleh para tokoh dari berbagai organisasi Islam yang memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Dari Nahdlatul Ulama (NU) hadir Ulil Archam, SE, MSi, yang dikenal aktif dalam penguatan moderasi beragama dan kebangsaan. Sementara dari LDII hadir Kusno Raharjo yang menegaskan pentingnya dakwah yang sejuk dan berorientasi pada persatuan umat.
PD Muhammadiyah diwakili oleh KH.Sukarman, SAg, yang menekankan nilai tajdid dan kontribusi Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta sosial kemasyarakatan. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol kuat bahwa ormas Islam mampu berjalan beriringan dalam satu visi kebangsaan.
Peran PCNU, LDII, dan Lembaga Muhammadiyah
Dari struktur NU, turut hadir Suriah PCNU Hadir dalam acara tersebut KH. Ahmad Maskur Khusni. Kehadirannya menegaskan peran ulama dalam menjaga keseimbangan antara nilai keagamaan dan kehidupan berbangsa. Dari lembaga LDII, KH Abdul Rofik turut hadir dan memberikan pandangan tentang pentingnya sinergi dakwah lintas organisasi.
Lembaga-lembaga Muhammadiyah juga ambil bagian dalam forum ini, menunjukkan kesiapan Muhammadiyah untuk terus berkolaborasi dalam berbagai sektor strategis, mulai dari sosial, kebencanaan, hingga pemberdayaan umat.
Keterlibatan Badan Otonom Perempuan dan Pemuda
Forum ini semakin lengkap dengan kehadiran badan otonom perempuan dan pemuda dari masing-masing organisasi. Dari Muhammadiyah, hadir Aisyiyah yang diwakili oleh Suhati serta Nasyiatul Aisyiyah yang diwakili oleh Yuni. Keduanya menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban dan ketahanan keluarga.
Selain itu, hadir pula unsur pemuda seperti PP yang diwakili oleh Ali, Tapak Suci sebagai organisasi pencak silat Muhammadiyah, serta MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang dikenal aktif dalam penanggulangan bencana.
Komitmen Bersama Menjaga Persatuan dan Kebangsaan
Seluruh peserta yang hadir sepakat bahwa persatuan umat merupakan modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Di tengah tantangan global dan derasnya arus informasi, ormas Islam memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penyejuk dan perekat sosial.
NU, LDII, dan PD Muhammadiyah beserta badan otonomnya menyatakan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Sinergi ini diharapkan mampu mencegah polarisasi serta memperkuat nilai toleransi dan gotong royong.
Baca Artikel Ini
- ruang-warta-news-dalam-tradisi-keilmuan
- puncak-harlah-mwc-nu-bojongsari-gus ulil
- mwc-nu-bojongsari-bersiap-rayaka
Harapan untuk Masa Depan Umat
Melalui forum ini, para tokoh berharap agar kerja sama lintas ormas tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi berlanjut pada program nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pendidikan, kesehatan, dakwah, serta penanganan bencana menjadi sektor prioritas yang siap digarap bersama.
Dengan keterlibatan aktif NU, LDII, dan Muhammadiyah beserta badan otonom masing-masing, forum ini diharapkan menjadi contoh harmonisasi umat Islam dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan, kebersamaan, dan semangat ukhuwah menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat.
|
|
Silaturahmi PCNU, LDII dan PD Muhamadiyah
|
Kontributor beem76∆