![]() |
| SANTRIWATI KHAFID QUR'AN |
WARTA PURBALINGGA – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti acara Akhirusanah 1447 H Pondok Pesantren Al Ikhlas Aqsol Madinah (Ponpes Klawing) yang dikenal luas di bawah kepemimpinan Abah Sahal. Sebanyak 39 wisudawan resmi diwisuda setelah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an secara mutqin.
Acara yang digelar dengan khidmat ini menjadi momentum istimewa, bukan hanya bagi para santri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat yang hadir. Sekitar 1.500 wali santri dan tamu undangan memadati lokasi acara dari berbagai penjuru Kabupaten Purbalingga.
39 Wisudawan Hafal 30 Juz, Tonggak Kebanggaan Ponpes Klawing
Para wisudawan/wisudawati dari Lampung, dan Purbalingga tampil penuh percaya diri mengenakan busana wisuda. Mereka telah melalui proses panjang pembinaan, setoran hafalan, murojaah rutin, serta ujian ketat sebelum dinyatakan lulus hafal 30 juz.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Pondok Pesantren Al Ikhlas Aqsol Madinah dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat hafalan, tetapi juga berakhlak mulia.
Proses Pembinaan Hafalan yang Ketat dan Terarah
Setiap santri menjalani sistem pembinaan berjenjang dengan pengawasan para ustadz dan musyrif. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas bacaan, tajwid, serta kelancaran hafalan tetap terjaga.
Metode murojaah harian menjadi kunci utama keberhasilan para santri dalam menjaga hafalan hingga 30 juz secara sempurna.
Sejarah Wisuda Tahfidz Sejak Tahun 2001
Ketua Panitia Akhirusanah 1447 H, H. Anggit Kurniawan, M., menyampaikan bahwa kegiatan wisuda tahfidz ini telah berlangsung sejak tahun 2001. Sejak awal penyelenggaraan, acara ini selalu dihadiri tokoh-tokoh penting dan mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Ratusan hafidz dan hafidzah telah diluluskan selama lebih dari dua dekade. Banyak alumni yang kini menjadi imam, guru ngaji, serta tokoh agama di berbagai daerah.
Komitmen Pondok dalam Menjaga Mutu Pendidikan Tahfidz
Menurut H. Anggit Kurniawan, wisuda bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk tanggung jawab moral dalam mencetak generasi penjaga Al-Qur’an.
“Menghafal 30 juz adalah refleksi penting bagi umat tentang peran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an adalah sumber pencerahan dan petunjuk hidup,” tegasnya.
1.500 Wali Santri Hadiri Akhirusanah 1447 H
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekitar 1.500 wali santri yang memadati lokasi acara. Mereka datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purbalingga bahkan luar daerah.
Suasana semakin khidmat saat para wisudawan membacakan ayat suci Al-Qur’an di hadapan keluarga. Tangis haru dan doa mengiringi prosesi wisuda.
Adi Cakra Ajukan Pertanyaan kepada Ketua Panitia
Dalam sesi dialog, tamu undangan Adi Cakra mendapat kesempatan bertanya mengenai strategi pondok dalam menjaga kualitas hafalan santri di era digital.
Menanggapi hal tersebut, H. Anggit Kurniawan menjelaskan bahwa pondok menerapkan sistem setoran rutin, ujian berkala, serta pembinaan adab dan akhlak agar santri tidak hanya hafal secara lafadz tetapi juga mengamalkan isi Al-Qur’an.
Harapan untuk Generasi Qur’ani Masa Depan
Akhirusanah 1447 H Pondok Pesantren Al Ikhlas Aqsol Madinah menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an tetap relevan di era modern. Dengan 39 wisudawan hafal 30 juz, pondok ini kembali menorehkan prestasi membanggakan.
Momentum ini bukan sekadar perpisahan, melainkan awal langkah baru bagi para hafidz dan hafidzah untuk mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat serta menjadi cahaya bagi umat.
kontributor ady cakra.

