Puncak Harlah MWC NU Bojongsari: Gus Ulil Ajak Perkuat Soliditas dan Kepedulian Sosial
Informasi Tanggal

TANGGAL HARI INI

Sabtu

Wage

Tanggal Masehi

2 Mei 2026

Tanggal Hijriyah

18 Dzulqaidah 1447 H

"Waktu adalah anugerah, gunakan dengan sebaik-baiknya"

Puncak Harlah MWC NU Bojongsari: Gus Ulil Ajak Perkuat Soliditas dan Kepedulian Sosial

Guus ulil dalam sambutannya

Kehadiran Tokoh PCNU Purbalingga dan Sinergi Banom

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Purbalingga, H. Ulil Archam, SE, M.Si atau yang lebih akrab disapa Gus Ulil, bersama Sekretaris PCNU. Kehadiran jajaran pimpinan cabang ini menunjukkan dukungan penuh terhadap progresivitas MWC NU Bojongsari. 

Tak hanya jajaran pengurus struktural, kekuatan penuh dari 18 Ranting NU se-Kecamatan Bojongsari turut hadir di lokasi tepatnya di Pelataran Masjid Al Qoyrawan dan komplek TPQ Nur Hasan Desa Gembong. Seluruh Badan Otonom (Banom) mulai dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, hingga IPNU-IPPNU bersatu padu, menunjukkan soliditas organisasi yang luar biasa. Kehadiran lintas generasi ini membuktikan bahwa kaderisasi di Bojongsari berjalan dengan sangat dinamis dan harmonis di bawah naungan semangat Ahlussunnah wal Jamaah.

WARTA PURBALINGGA – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bojongsari menggelar acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU Yang ke-100 H/103M dengan penuh khidmat dan meriah. Acara yang dipusatkan di Kecamatan Bojongsari ini menjadi momentum penguatan struktural sekaligus aksi nyata kepedulian sosial warga Nahdliyin di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Hadir secara langsung Ketua PCNU Kabupaten Purbalingga, H. Ulil Archam, SE. M.Si (yang akrab disapa Gus Ulil), didampingi oleh Sekretaris PCNU beserta jajaran pengurus harian lainnya. Kehadiran pucuk pimpinan NU Purbalingga ini memberikan suntikan semangat bagi ratusan kader yang memadati lokasi acara.

Kehadiran 18 Ranting dan Seluruh Banom

Kemeriahan acara terlihat dari hadirnya perwakilan dari 18 Ranting NU yang tersebar di seluruh desa di Kecamatan Bojongsari. Tidak hanya jajaran syuriyah dan tanfidziyah, seluruh Badan Otonom (Banom) NU pun turut serta menghijaukan lokasi. Mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, IPNU, hingga IPPNU nampak solid mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Ketua Panitia Harlah, Bambang Purnomo, dalam laporannya menyampaikan rasa bangga dan haru atas kekompakan warga NU di Bojongsari. Ia menekankan bahwa suksesnya rangkaian Harlah ini merupakan hasil gotong royong kolektif.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Nahdliyin di Kecamatan Bojongsari. Berkat andil dan kedermawanan bapak-ibu semua, kita tidak hanya sukses menyelenggarakan acara ini, tetapi juga berhasil memberikan manfaat nyata bagi sesama," ujar Bambang.

Filantropi Nahdliyin: Donasi untuk Korban Bencana Serang

Salah satu poin penting yang dilaporkan oleh Bambang Purnomo adalah keberhasilan penggalangan dana kemanusiaan. Warga NU Bojongsari berhasil menghimpun donasi yang ditujukan bagi korban bencana alam di wilayah Serang.

Bambang menegaskan bahwa dana tersebut tidak ditunda-tunda penyalurannya. "Dana yang terkumpul telah langsung di-tasarufkan (disalurkan) melalui posko bencana di Serang. Ini adalah bukti bahwa NU hadir untuk kemanusiaan," tambahnya.

Santunan Lansia dan Anak Yatim

Sebelum memasuki acara inti atau mauidhoh hasanah, kegiatan diisi dengan prosesi santunan. Sebagai bentuk khidmah kepada umat, PCNU Purbalingga bersama MWC NU Bojongsari memberikan santunan kepada puluhan lansia dan anak yatim di lingkungan sekitar.

Pemberian santunan ini dilakukan secara simbolis oleh para Ketua NU yang ada di Purbalingga. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat para sesepuh dan anak-anak yatim menerima tali asih yang menjadi agenda rutin dalam setiap peringatan Harlah NU.

santunan MWCNU Bojongsari

Pesan Gus Ulil: Kuatkan Soliditas hingga Tingkat Ranting

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Purbalingga, Gus Ulil, memberikan pesan mendalam bagi seluruh kader. Ia menyoroti pentingnya menjaga ritme organisasi di level terbawah, yakni Ranting (tingkat desa).

"Ayoo, kita kuatkan kembali soliditas warga Nahdliyin. Saya minta kegiatan ke-NUan di masing-masing ranting harus dihidupkan kembali dan diperkuat. Jangan sampai pengurusnya ada, tapi kegiatannya tidak terlihat," tegas Gus Ulil di hadapan ratusan jamaah.

Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut warga NU untuk tetap bersatu dalam satu komando ulama. Gus Ulil juga mengapresiasi MWC NU Bojongsari yang telah menunjukkan kemandirian dan kepedulian sosial yang tinggi melalui penggalangan dana bencana.

Baca juga artikel terkait:

  1. Sebanyak 525 warga Purbalingga akan berangkat melakukan ibadah haji tahun 2026.
  2. MWC NU Bojongsari Bersiap Rayakan Harlah NU ke-103 untuk Memperkuat Kepedulian Sosial dan Kebersamaan Anggota NU
  3. BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Bakso Kering untuk Korban Bencana Serayu dan Gunung Malang

Penutup yang Khidmat

Acara Puncak Harlah MWC NU Bojongsari ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi organisasi Nahdlatul Ulama. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara PCNU, MWC, hingga Ranting di wilayah Purbalingga semakin kokoh, sejalan dengan visi NU dalam merawat jagat dan membangun peradaban.

Ketua MWCNU Bojongsari


Dengan suksesnya acara ini, MWC NU Bojongsari kembali membuktikan diri sebagai salah satu pilar kekuatan NU di Kabupaten Purbalingga yang aktif, responsif terhadap isu sosial, dan tertib secara administrasi organisasi.

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama