Semangat Menggali Identitas Budaya Lokal Purbalingga
Purbalingga kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal melalui kegiatan sarasehan bertema jati diri masyarakat adat. Kegiatan ini digagas oleh Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.
Kegiatan evaluasi tahap pertama sarasehan jati diri masyarakat adat Purbalingga dilaksanakan di Kedung Menjangan RT 3 RW 1, dipimpin oleh Ketua Pelaksana Setya Aji Hartoyo, dengan melibatkan sekitar 25 pengurus PANI dari berbagai elemen. Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan sarasehan yang akan digelar pada 17 Mei 2026, dengan membahas surat menyurat, RAB, narasumber, serta rencana undangan sebagai bagian dari strategi pelaksanaan acara.
Evaluasi Tahap Pertama Jadi Langkah Awal
Dalam rangka mempersiapkan kegiatan utama, Ketua Pelaksana sarasehan, Bapak Setya Aji Hartoyo, mengundang seluruh pengurus PANI untuk mengikuti rapat evaluasi tahap pertama. Kegiatan ini menjadi pondasi awal dalam menyusun konsep acara yang matang dan terarah.
Rapat evaluasi ini membahas berbagai aspek penting, meliputi penyusunan surat menyurat resmi, perencanaan anggaran biaya (RAB), penentuan narasumber yang kompeten, serta penyusunan daftar undangan. Semua disiapkan secara detail agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kehadiran Berbagai Elemen Perkuat Diskusi
Sekitar 25 pengurus hadir dalam musyawarah tersebut, terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu dari berbagai latar belakang, mulai dari bidang kebudayaan, pendidikan, hingga pakar teknologi. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan keseriusan dalam menggali jati diri masyarakat Purbalingga secara komprehensif.
Kolaborasi Lintas Sektor
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan yang membangun. Tidak hanya fokus pada pelestarian budaya secara tradisional, tetapi juga bagaimana budaya lokal dapat berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya.
Agenda Puncak Sarasehan
Sarasehan bertema “Menggali Jati Diri Masyarakat Purbalingga” dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat dalam memahami, menjaga, dan mengembangkan identitas budaya lokal.
Evaluasi Tahap Akhir
Sebagai bagian dari persiapan akhir, evaluasi tahap terakhir akan dilaksanakan pada hari Ahad, 10 Mei 2026. Agenda ini akan membahas secara detail time schedule pelaksanaan acara agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan maksimal.
Audiensi dengan Perwakilan Fraksi Provinsi
Setelah rapat evaluasi, kegiatan dilanjutkan dengan audiensi bersama anggota fraksi dari perwakilan provinsi yang memberikan dukungan terhadap kegiatan pelestarian kearifan lokal. Dukungan ini menjadi energi positif bagi seluruh pengurus PANI.
Harapan Tokoh dan Peserta
Dalam forum tersebut, para tokoh dan peserta menyampaikan harapan besar agar kegiatan sarasehan ini tidak hanya berhenti pada satu agenda, tetapi mampu menjadi gerakan berkelanjutan. Ketua PANI, Haji Muhammad Setiadi AMD, bersama Wakil Ketua Hendri Sutrisno, Bapak Ali Fajar, serta Ibu Sri Daryati dan Ibu Eti, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Mereka berharap melalui evaluasi dan sarasehan ini, Purbalingga dapat membuka ruang yang lebih luas bagi seluruh desa untuk ikut serta menggali jati diri dan potensi masing-masing. Dengan jumlah desa yang mencapai kurang lebih 239 desa, setiap wilayah diyakini memiliki keunikan, tradisi, serta kearifan lokal yang berbeda satu sama lain.
Potensi Desa sebagai Kekuatan Budaya
Para peserta juga menegaskan bahwa keberagaman budaya antar desa merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dikembangkan. Dengan menggali potensi lokal, setiap desa dapat menunjukkan identitasnya sendiri, baik dalam bentuk seni, tradisi, adat istiadat, maupun inovasi berbasis budaya.
Harapannya, melalui kegiatan ini akan tercipta sinergi antar desa sehingga tidak hanya memperkuat identitas lokal, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi budaya yang berkelanjutan.
Penutup
Melalui rangkaian persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, kegiatan sarasehan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menjaga jati diri masyarakat Purbalingga. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap budaya menjadi kekuatan utama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang di masa depan.



