Dalam upaya memperkuat jaringan organisasi dan mendekatkan diri dengan masyarakat adat, jajaran pengurus Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan konsolidasi dan silaturahmi di kawasan wisata Cave Ramayana, Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, pada hari Ahad, 24 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh seluruh unsur pengurus dari 18 kecamatan se-Kabupaten Purbalingga serta pengurus inti organisasi, guna menyamakan visi, misi, dan langkah kerja ke depan dalam menjaga nilai-nilai budaya dan memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.
![]() |
| Pengurus Tingkat Kecamatan PANI |
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar pengurus, menyatukan persepsi terkait program kerja tahunan, serta merancang strategi pendekatan yang lebih efektif agar PANI dapat menjadi mitra yang nyata bagi masyarakat adat di seluruh wilayah Purbalingga. Ketua PANI Kabupaten Purbalingga, H. Mohammad Setiadi, Amd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran organisasi harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam melestarikan warisan budaya, menjaga kearifan lokal, dan memperjuangkan kepentingan warga adat di tengah dinamika pembangunan daerah.
“Konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momen penting untuk menyatukan tekad. Kami ingin memastikan bahwa setiap pengurus di tingkat kecamatan memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat adat dengan pemerintah maupun pihak terkait. Keberadaan PANI harus hadir, mendengar, dan berjuang bersama masyarakat adat agar hak-hak mereka terpenuhi dan budaya luhur kita tetap terjaga,” ujar H. Mohammad Setiadi di hadapan para peserta yang hadir.
![]() |
| Bapak :H.Mohamad Setiadi ,Amd |
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PANI Kabupaten Purbalingga, Bambang Purnomo; Bendahara, Sugiarti; serta para Patih PANI yang berperan penting dalam koordinasi wilayah, yakni Giyono dan Edi Juwarto. Kehadiran seluruh unsur kepengurusan dari 18 kecamatan menunjukkan antusiasme tinggi dan komitmen kuat untuk memajukan organisasi serta memperkuat eksistensi masyarakat adat di Purbalingga. Bambang Purnomo menjelaskan bahwa silaturahmi ini juga menjadi wadah evaluasi kinerja, pertukaran informasi antar wilayah, dan penyusunan rencana kerja yang lebih terarah dan terukur.
“Dengan berkumpulnya pengurus dari berbagai kecamatan, kami bisa saling berbagi pengalaman, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta solusi yang sudah diterapkan. Hal ini sangat penting agar program yang kami susun tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat adat. Administrasi dan koordinasi antar tingkatan organisasi juga kami perkuat agar pelayanan dan advokasi yang kami berikan semakin maksimal,” jelas Bambang Purnomo.
Sementara itu, Sugiarti selaku Bendahara menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas keuangan organisasi menjadi perhatian utama, mengingat dana yang dikelola merupakan amanah untuk kepentingan bersama dan pelaksanaan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Setiap rupiah yang masuk dan keluar harus tercatat dengan rapi, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini menjadi dasar kepercayaan publik terhadap organisasi kami, sehingga kami bisa bergerak lebih leluasa dan dipercaya dalam mengawal kepentingan masyarakat adat,” ucap Sugiarti.
Dalam kesempatan tersebut, Patih PANI, Giyono dan Edi Juwarto, juga menyampaikan laporan kondisi di wilayah masing-masing serta aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat adat. Mereka menekankan pentingnya kehadiran PANI dalam mendampingi masyarakat dalam berbagai isu, mulai dari pengelolaan sumber daya alam, pelestarian tradisi, hingga penyelesaian sengketa adat yang kadang masih terjadi. Peran Patih sangat vital sebagai penghubung langsung antara pengurus kabupaten dengan masyarakat di pelosok desa.
“Kami berada di garda terdepan, berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari. Banyak aspirasi dan harapan yang disampaikan kepada kami, mulai dari perlindungan wilayah adat, pelestarian kesenian tradisional, hingga kebutuhan ekonomi warga. Semua ini kami sampaikan dalam forum ini agar menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan program kerja PANI ke depan. Kami berharap setiap masukan dari masyarakat bisa kami tindaklanjuti bersama-sama,” ungkap Giyono.
Edi Juwarto menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi masyarakat adat saat ini cukup beragam, mulai dari berkurangnya minat generasi muda terhadap budaya sendiri hingga perubahan tata ruang yang terkadang kurang mempertimbangkan keberadaan wilayah adat. Oleh karena itu, peran PANI sangat dibutuhkan untuk melakukan pendampingan, edukasi, serta advokasi agar nilai-nilai budaya tetap hidup dan masyarakat adat tetap mendapatkan perlindungan hukum dan sosial yang layak.
Kawasan wisata Cave Ramayana yang dipilih sebagai lokasi kegiatan ternyata bukan tanpa alasan. Tempat yang dikelilingi pemandangan alam asri dan nuansa budaya yang kental ini dianggap sangat tepat untuk membangun suasana kekeluargaan sekaligus mengingatkan kembali akan pentingnya menjaga alam dan budaya, yang merupakan dua hal tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat adat. Suasana yang tenang dan sejuk membuat diskusi berjalan dengan lancar, hangat, dan penuh kekeluargaan.
Selama kegiatan berlangsung, berbagai materi dibahas secara mendalam, di antaranya penguatan struktur organisasi, pembagian tugas yang lebih jelas, penyusunan jadwal kunjungan ke wilayah, hingga persiapan kegiatan besar yang akan digelar dalam waktu dekat. Selain itu, juga dibahas strategi memperluas jaringan kerja sama dengan lembaga lain, baik pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan, agar dukungan terhadap masyarakat adat semakin kuat dan beragam.
![]() |
| Sarasehan Mendengarkan arahan Ketua PANI Kabupaten Purbalingga |
Para pengurus kecamatan yang hadir menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk menerapkan hasil konsolidasi di wilayah masing-masing. Mereka berjanji akan lebih aktif bergerak, lebih dekat dengan masyarakat, dan lebih responsif terhadap setiap masalah yang dihadapi warga adat. Semangat kebersamaan dan kesatuan tujuan terasa begitu kental, menjadi modal besar bagi PANI Kabupaten Purbalingga dalam menjalankan amanah organisasi.
Kegiatan konsolidasi dan silaturahmi ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, sekaligus menegaskan kembali janji seluruh pengurus untuk senantiasa bekerja ikhlas, jujur, dan berdedikasi tinggi demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan masyarakat adat di Kabupaten Purbalingga. Ke depannya, PANI bertekad menjadi organisasi yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya guna, serta menjadi rumah besar bagi seluruh masyarakat adat untuk tumbuh, berkembang, dan menjaga jati diri budaya bangsa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara PANI dan masyarakat adat semakin erat, kepercayaan masyarakat semakin meningkat, dan setiap program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan. PANI Purbalingga siap bergerak bersama, berjuang bersama, dan berkarya bersama demi menjaga warisan leluhur dan kesejahteraan masyarakat adat di bumi Perwira.




