 |
Kunjungan di Bapak Imam Supriyadi Karangcegak RT02/RW01
|
WARTA INDONESIA //Purbalingga – Tim Pengurus Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) DPD II Kabupaten Purbalingga melakukan kunjungan budaya ke Desa Karangcegak yang terletak di RT 02 RW 01 Dusun I, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri, mendata, dan memperkuat keberadaan budaya serta kearifan lokal yang masih tumbuh dan berkembang di masyarakat desa.
Rombongan PANI disambut dengan hangat oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat. Salah satu tokoh, Bapak Imam Supriyadi, menyampaikan ucapan selamat datang kepada pengurus yang telah berkunjung ke Desa Karangcegak.
“Merepresentasikan masyarakat Desa Karangcegak, kami mengucapkan selamat datang kepada Pengurus PANI Kabupaten Purbalingga. Terima kasih atas kunjungannya dan berbagi informasi tentang pelestarian budaya dan kearifan lokal di desa kami,” ungkap Imam Supriyadi.
Dalam kesempatan itu, Imam Supriyadi menjelaskan bahwa Desa Karangcegak memiliki potensi budaya yang besar, yang dapat terus dijelajahi dan dikembangkan. Berbagai seni tradisional masih eksis berkat partisipasi aktif masyarakat dalam melestarikan warisan nenek moyang.
Salah satu potensi yang menonjol adalah adanya lima dalang wayang yang berasal dari Desa Karangcegak, menandakan bahwa seni pedalangan masih hidup dan diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, kesenian karawitan dan Ebeg juga menjadi bagian integral dari budaya masyarakat setempat.
“Karangcegak memiliki lima dalang aktif, serta kelompok karawitan dan Ebeg yang rutin tampil dalam acara adat dan perayaan warga,” ujar Imam Supriyadi.
Selain kesenian, Desa Karangcegak juga memiliki potensi pariwisata alam yang perlu dikembangkan. Terdapat tiga sumber mata air alami yang masih digunakan oleh masyarakat, yang tidak hanya memiliki nilai ekologis tetapi juga historis dan budaya yang berkaitan dengan kehidupan desa dari generasi ke generasi.
Setiap tahun, Desa Karangcegak menyelenggarakan Grebeg Sura sebagai perayaan budaya dan tradisi Jawa. Kegiatan ini melibatkan rangkaian acara adat, doa bersama, pertunjukan seni tradisional, dan kirab budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan.
“Grebeg Sura adalah agenda budaya tahunan kami. Kegiatan ini berfungsi tidak hanya untuk melestarikan tradisi, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong warga,” tambah Imam Supriyadi.
Menariknya, Desa Karangcegak juga dikenal sebagai salah satu desa yang masih mempertahankan tradisi pembuatan wayang, khususnya wayang dari kertas. Pembuatan wayang kertas ini merupakan upaya kreatif masyarakat untuk menjaga budaya Jawa agar tetap relevan dalam era modern.
Tokoh-tokoh wayang yang dibuat meliputi Wayang Setyaki, Dasamuka, Bawor, Gatot Kaca, dan berbagai karakter lainnya. Wayang-wayang ini bukan hanya untuk pertunjukan, tetapi juga berfungsi sebagai alat edukasi budaya bagi generasi muda agar lebih mengenal nilai-nilai luhur budaya Jawa.
Pengurus PANI DPD II Kabupaten Purbalingga memberikan apresiasi atas kekayaan budaya Desa Karangcegak. Mereka percaya bahwa desa ini memiliki potensi budaya yang seharusnya dipromosikan lebih luas melalui pendataan, pendampingan, dan promosi budaya.
Di akhir pertemuan, Imam Supriyadi berharap agar PANI dapat terus berperan aktif dalam melestarikan dan mengangkat budaya lokal di seluruh desa di Kabupaten Purbalingga.
“Semoga PANI bisa jadi jembatan dalam mengenalkan dan mengangkat budaya lokal di setiap desa, termasuk Karangcegak, agar terus lestari dan dikenal oleh generasi mendatang,” tutupnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi antara PANI dan masyarakat desa dalam menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya sebagai identitas dan kebanggaan daerah Kabupaten Purbalingga.