HOME PANI PRIMBON 2026 AKSARA JAWA DOWNLOAD APP ASIA BERITA BENCANA WISATA AGAMA PURBALINGGA DAERAH REDAKSI SITEMAP
✨ Pendaftaran Dibuka 2026/2027

SPMB SDN 1 KARANGBANJAR

Sekolah Tepat Untuk Generasi Emas

Akhlak Utama, Prestasi Pertama, Karangbanjar Juara. Ayo bergabung bersama sekolah berprestasi dengan kegiatan seni, akademik, dan karakter terbaik.

SPMB SDN 1 Karangbanjar

Pencerahan Spiritual Mbah Titut Warnai Syukuran Mbah Nun di Usia ke-73

Dipublikasikan Dalam pengisian acara budaya dan spiritual Banyumas dalam "juguran saf'aat

Momentum syukuran ulang tahun ke-73 1 atau yang akrab dikenal sebagai Mbah Nun, menjadi ruang penuh makna, refleksi kehidupan, serta penguatan spiritual bagi masyarakat yang hadir. Dalam suasana hangat dan sarat kebijaksanaan tersebut, Budayawan Banyumas Mbah Titut turut memberikan pengisian rohani dan renungan hidup yang mengundang perenungan mendalam.

acara santai dan seremonial 
potong tumpeng

Melalui bahasa sederhana namun penuh makna, Mbah Titut menyampaikan bahwa kehidupan manusia sejatinya tidak pernah lepas dari ujian. Namun ujian bukanlah tanda bahwa Allah tidak menyayangi hambanya, justru menjadi bentuk kasih sayang dan jalan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Sesungguhnya manusia diuji bukan karena Allah tidak sayang kepada hambanya, justru karena Allah sangat sayang. Sebab ujian itu mendekatkan manusia kepada Allah dan menjadi nilai keindahan bagi orang-orang yang beriman. Maka jangan pernah putus asa dari rahmat Allah.”

Pesan spiritual tersebut menjadi pengingat bahwa tidak semua kenikmatan dunia merupakan ukuran kasih sayang Tuhan. Bahkan mereka yang tengah menghadapi cobaan bisa jadi sedang ditempa menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah SWT.

Puisi “Cinta Itu Indah” Karya Mbah Titut

Dalam kesempatan yang sama, Mbah Titut juga membacakan puisi reflektif berjudul “Cinta Itu Indah”, sebuah karya yang menggambarkan makna cinta bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga cinta kepada Tuhan, kehidupan, dan penerimaan terhadap takdir.

Bapak Agus .S menyerahkan Ke Mbah Titut,sekaligus tokoh Budaya Banyumas.
“Terimalah apa yang menjadi keputusan Allah, karena itu lebih baik. Jangan berputus asa atas nikmat Allah. Semua itu menjadi ujian bagi hambanya yang beriman.”

Beliau juga mengingatkan tentang pentingnya rendah hati ketika diberi kelimpahan harta dan kedudukan. Menurutnya, kesombongan adalah sifat yang harus dijauhi manusia.

“Bila kita sedang memiliki banyak harta atau kaya, jangan sombong dan jangan pamer. Karena kesombongan itu milik Allah. Mudah bagi Allah untuk melenyapkan apa yang kita miliki.”

Petuah Tentang Tiga Jenis Manusia

Menambah kekayaan renungan dalam acara tersebut, Budayawan Purbalingga 2 turut membagikan pandangan filosofis mengenai tiga jenis manusia, yakni manusia cangkul, manusia pedang, dan manusia keris.

Filosofi tersebut menjadi bahan perenungan tentang karakter, cara hidup, serta bagaimana manusia memilih jalan pengabdian dalam kehidupannya. Pesan itu diharapkan dapat menjadi petuah, way of life, dan bahan introspeksi bersama.

Baca juga artikel terkait:
  1. sholat-idul-adha-1447-h-di-ranting.html
  2. panitia-qurban-dusun-pakuncen-rt-01sd.html



Warta Purbalingga||jurnalis beem76;



Tidak terasa sampai Larut Malam.

Semua rangkaian acara syukuran berlangsung dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, sekaligus menjadi doa bersama bagi Mbah Nun agar senantiasa diberikan umur panjang, kesehatan, dan kebermanfaatan ilmu bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama