HOME PANI PRIMBON 2026 AKSARA JAWA DOWNLOAD APP ASIA BERITA BENCANA WISATA AGAMA PURBALINGGA DAERAH REDAKSI SITEMAP
✨ Pendaftaran Dibuka 2026/2027

SPMB SDN 1 KARANGBANJAR

Sekolah Tepat Untuk Generasi Emas

Akhlak Utama, Prestasi Pertama, Karangbanjar Juara. Ayo bergabung bersama sekolah berprestasi dengan kegiatan seni, akademik, dan karakter terbaik.

SPMB SDN 1 Karangbanjar

Nandur, Puasa, Sodakoh: Pesan Mbah Titut dalam Juguran safa'at 73 tahun bersama Mbah Nun

Pamflet Acara di Solawera
Tumuju Ming pengeran 
Kalih perlambang Tumpeng
Pemotongan Tumpeng Oleh Bapak; Agus S

Beliau ,Mbah Titut menyampaikan isi pesan utamanya mengandung tiga amalan mulia yaitu Nandur (Bertani/Berkarya), Puasa, dan Sedekah sebagai pesan yang ke-73, kegiatan tersebut dilaksanakan tepatnya di kediaman Rumah Budayawan Agus Sukoco, acara berlangsung pada hari Kamis, 28 Mei 2026 pukul 19.30 WIB, pesan ini disampaikan untuk mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya keseimbangan antara kerja nyata, pengendalian diri, dan berbagi dengan sesama dalam rangka memperingati usia beliau yang ke-73 tahun, serta pelaksanaannya berjalan dengan khidmat dan dihadiri langsung oleh kurang lebih 100 rang peserta yang datang dari berbagai unsur lapisan masyarakat dan organisasi.

Sekretaris dan Staf Pasukan Adat Nusantara Indonesia
Menyempatkan berswanfoto dengan Budayawan Agus Sukoco


Makna Filosofis di Balik Nandur, Puasa, dan Sedekah

Dalam setiap pesan yang disampaikan, Oleh Budayawan ;selalu menyajikan pemikiran yang mendalam namun mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Pesan yang ke-73 ini secara khusus menyoroti tiga hal mendasar yang menjadi pilar kehidupan manusia yang bermanfaat dan berkah. Ketiga hal tersebut bukan sekadar ajaran normatif, melainkan sebuah cara pandang dan pola hidup yang jika diterapkan akan membawa kesejahteraan bagi individu maupun lingkungan sekitarnya.

1. Nandur: Simbol Karya dan Usaha Nyata

Istilah "Nandur" atau bertani dimaknai secara luas sebagai semangat untuk berkarya, bekerja, dan menanam kebaikan di dunia ini. Sama seperti petani yang menanam benih dengan harapan akan panen di kemudian hari, manusia pun diingatkan untuk tidak bermalas-malasan dan selalu menebar manfaat melalui keterampilan dan usahanya masing-masing.

2. Puasa: Latihan Mengendalikan Diri dan Hawa Nafsu

Puasa tidak hanya terbatas pada menahan lapar dan dahaga secara fisik, tetapi juga menahan pandangan, lisan, dan perbuatan dari hal yang tidak bermanfaat. Ini adalah sarana terbaik untuk melatih kedisiplinan diri, meningkatkan kesadaran spiritual, dan membentuk karakter pribadi yang kuat serta mampu mengontrol segala keinginan agar tetap berada di jalan yang benar.

3. Sedekah: Wujud Berbagi dan Mensyukuri Nikmat

Sedekah dipahami sebagai ungkapan rasa syukur atas segala pemberian Tuhan dengan cara membagikannya kepada orang lain. Nilai dari sedekah tidak dilihat dari besar atau kecilnya harta yang diberikan, melainkan dari ketulusan hati pemberinya, serta dampak positif yang dirasakan oleh mereka yang menerimanya.

Suasana dan Kehadiran Peserta Kegiatan

Kegiatan Maiyah yang sarat dengan diskusi dan renungan ini digelar di Rumah Mas Agus Sukoco, Desa Sokawera, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, pada hari Kamis, 28 Mei 2026 pukul 19.30 WIB. Tempat ini sudah dikenal sebagai pusat pertemuan para pemikir, seniman, dan tokoh masyarakat. Suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan membuat penyampaian pesan menjadi lebih menyentuh dan mudah meresap ke dalam hati setiap peserta yang hadir.

Partisipasi Berbagai Unsur Masyarakat dan Organisasi

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi tercatat kurang lebih 100 orang hadir memenuhi ruangan acara. Mereka datang dari berbagai unsur latar belakang, mulai dari tokoh adat, pendidik, seniman, hingga masyarakat umum yang haus akan wawasan kebangsaan dan kemanusiaan.

Pemotongan Tumpeng
Sebagai sarana Mateng marang Gusti


Giyono dan Para Pengurus PANI

Kehadiran PANI dan SKB Beserta Jajarannya

Acara ini juga dihadiri secara khusus oleh perwakilan dari organisasi PANI (Pasukan Adat Nusantara Indonesia) dan SKB, yang datang bersama-sama dengan jajaran pengurusnya. Kehadiran para pengurus ini menunjukkan dukungan dan keseriusan dalam mendalami nilai-nilai luhur yang disampaikan, sekaligus menjadi bukti bahwa nilai budaya dan kearifan lokal masih sangat hidup dan didukung penuh oleh berbagai elemen organisasi di masyarakat.

Ketua,Sekretaris,Bendahara,Senopati,




Baca juga artikel terkait:

  1. sholat-idul-adha-1447-h-di-ranting.html
  2. nandur-puasa-sedekah-pesan-emha.html
  3. panitia-qurban-dusun-pakuncen-rt-01sd.html



Warta Purbalingga||jurnalis beem76;



Di hadiri oleh Kalangan mahasiswa dan tokoh budaya

.

“Mensyukuri: Muhammad Ainun Nadjib 73 Tahun, Edisi 158”. Tiga pesan utama yang disampaikan bukanlah materi yang berdiri sendiri, melainkan intisari dari rasa syukur panjang yang dipraktikkan dan diajarkan oleh Emha Ainunnajib sepanjang perjalanan hidupnya hingga mencapai usia 73 tahun. Pesan ini menjadi wujud nyata dari rasa syukur tersebut, yaitu dengan terus berkarya, mengendalikan diri, dan berbagi manfaat.

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama