TPA “Bersih Sehat Mandiri” Perkuat Kemandirian Lingkungan di Kadus 1 Desa Karangbanjar
Informasi Tanggal

TANGGAL HARI INI

Sabtu

Wage

Tanggal Masehi

2 Mei 2026

Tanggal Hijriyah

18 Dzulqaidah 1447 H

"Waktu adalah anugerah, gunakan dengan sebaik-baiknya"

TPA “Bersih Sehat Mandiri” Perkuat Kemandirian Lingkungan di Kadus 1 Desa Karangbanjar


Petugas memilah sampah.



WARTA PURBALINGGA Upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan mandiri terus digalakkan oleh masyarakat Kadus 1, Desa Karangbanjar melalui program “Bersih Sehat Mandiri”. Program ini menjadi langkah nyata warga dalam menjawab persoalan sampah rumah tangga yang selama ini menjadi tantangan di tingkat lingkungan.

Dengan jumlah penduduk sekitar 280 Kepala Keluarga (KK), Kadus 1 menghadapi volume sampah yang cukup signifikan setiap harinya. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada sistem pengelolaan dari luar, tetapi juga membangun sistem mandiri berbasis gotong royong.

TPA Lokal Tingkat Kadus Jadi Solusi Nyata

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lokal tingkat kadus. TPA ini menjadi pusat pengelolaan sampah warga, mulai dari pengumpulan hingga pembuangan akhir.

Keberadaan TPA lokal ini dinilai sangat membantu, karena warga kini memiliki tempat pembuangan yang terorganisir. Sebelumnya, sebagian warga masih membuang sampah secara tidak teratur yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Dengan sistem baru ini, sampah rumah tangga dapat dikumpulkan secara rutin dan dikelola dengan lebih baik, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman untuk ditinggali.

Proses manual,mengumpulkan 
sampah plastic dan sampah Dapur


Peran Penting Pengelola

Pengelola Program:
Ahmad Sutrisno

Program ini dikelola oleh Ahmad Sutrisno, yang dipercaya warga untuk mengoordinasikan seluruh kegiatan pengelolaan sampah. Di bawah kepemimpinannya, sistem kerja mulai tertata, mulai dari jadwal pengangkutan, pemilahan sampah, hingga penanganan akhir.

Ia juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membiasakan pola hidup sehat. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran bersama.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memahami bagaimana cara mengelolanya. Ini adalah gerakan bersama, bukan sekadar program,” ungkapnya.

Proses pembakaran,pada tungku kusus.


Gotong Royong dan Partisipasi Warga

Kunci keberhasilan program “Bersih Sehat Mandiri” terletak pada partisipasi aktif warga. Berbagai kegiatan kerja bakti rutin dilakukan, seperti pembersihan jalan lingkungan, saluran air, serta area sekitar TPA.

Warga dari berbagai kalangan terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya orang dewasa, generasi muda juga mulai dilibatkan agar kesadaran menjaga lingkungan dapat ditanamkan sejak dini.

Semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat menjadi modal utama dalam menjalankan program ini secara berkelanjutan.

Dampak Positif bagi Lingkungan

Sejak program ini berjalan, perubahan mulai terlihat. Lingkungan menjadi lebih bersih, bau sampah berkurang, serta saluran air lebih lancar. Kondisi ini turut berdampak pada kesehatan masyarakat yang semakin baik.

Selain itu, kesadaran warga terhadap pentingnya kebersihan juga meningkat. Mereka kini lebih disiplin dalam membuang sampah dan menjaga lingkungan sekitar rumah masing-masing.

Harapan ke Depan

Ke depan, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain. Dengan sistem pengelolaan berbasis masyarakat, diharapkan setiap lingkungan mampu mandiri dalam menjaga kebersihannya.

struktur TPA ,Bersih sehat Mandiri.


Sinergi antara pengelola dan warga menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kadus 1 Desa Karangbanjar.

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama