PURBALINGGA – Pasukan Adat Nusantara Indonesia Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 2 Kabupaten Purbalingga menggelar acara syukuran bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Hijriyah 1448 H, tepatnya pada 28 Muharram, bertempat di Pendopo Babakan. Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB ini berjalan khidmat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momen konsolidasi kepengurusan serta pemaparan kalender kerja organisasi untuk tahun 2026.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus dari berbagai tingkatan wilayah, tokoh masyarakat, hingga budayawan sepuh Kabupaten Purbalingga. Turut hadir dalam kesempatan tersebut budayawan terkemuka Bapak H. Suwandi dari wilayah Mipiran, Senopati Pasukan Adat Nusantara Indonesia Bapak Edi Juwarto, serta perwakilan dari Persatuan dan berbagai unsur dalam struktur kepengurusan organisasi. Kehadiran peserta pun meluas dari sejumlah kecamatan di Purbalingga, meliputi Kecamatan Karangmoncol, Kecamatan Rembang, Kecamatan Pengadegan, Kecamatan Kalimanah, Kecamatan Padamara, Kecamatan Bojongsari, hingga Kecamatan Purbalingga Kota.
Dalam rangkaian acara, Ki Dalang Koko Segoro Aji memegang peran sentral. Sebelum memasuki puncak acara pemotongan tumpeng, beliau menyampaikan pemaparan mendalam mengenai filosofi tumpeng yang sarat makna bagi kehidupan masyarakat Jawa dan Nusantara. Tumpeng yang berbentuk kerucut melambangkan harapan agar segala urusan senantiasa mengarah kepada Yang Maha Kuasa, sementara tata letak dan jenis lauk pauk di dalamnya mengandung pesan keharmonisan hubungan antarmanusia, manusia dengan alam, serta manusia dengan Penciptanya. Filosofi ini juga menjadi landasan bagi Pasukan Adat Nusantara Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman budaya bangsa.
Usai pemaparan filosofi tumpeng, dilanjutkan dengan pembacaan doa ruwat bumi yang dipimpin langsung oleh Ki Dalang Koko Segoro Aji. Doa ini dipanjatkan bukan hanya sebagai ungkapan syukur atas berlalunya tahun yang lalu, melainkan juga permohonan keselamatan, keberkahan, serta perlindungan bagi seluruh anggota, keluarga besar organisasi, masyarakat Purbalingga, dan bangsa Indonesia di tahun baru Hijriyah yang akan dijalani. Tradisi ruwat bumi ini sendiri merupakan warisan luhur leluhur yang bertujuan membersihkan segala hal yang kurang baik, serta membuka jalan bagi harapan dan cita-cita yang lebih baik di masa mendatang.
Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan secara simbolis oleh perwakilan tokoh yang hadir. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada budayawan sepuh Bapak H. Suwandi sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya yang tak terhingga dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di Purbalingga. Penyerahan ini juga menjadi simbol bahwa generasi penerus Pasukan Adat Nusantara Indonesia senantiasa menaruh hormat dan berkomitmen untuk meneladani serta meneruskan jejak perjuangan para pendahulu.
Selain serangkaian kegiatan tradisional dan spiritual, momen ini juga dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan konsolidasi internal serta pemaparan kalender kerja Pasukan Adat Nusantara Indonesia DPD 2 Kabupaten Purbalingga untuk tahun 2026. Dalam pemaparannya, pengurus inti menyampaikan sejumlah program unggulan yang akan dilaksanakan secara bertahap dan terukur. Program tersebut meliputi pelestarian seni pertunjukan dan warisan budaya tak benda, penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan, pelibatan aktif generasi muda dalam kegiatan adat dan budaya, serta menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat dalam upaya menjaga identitas budaya Nusantara di tengah arus perubahan zaman.
“Kehadiran Bapak Ibu sekalian adalah bukti nyata kebersamaan, kepedulian, dan komitmen kita bersama untuk terus menjaga warisan leluhur yang merupakan jati diri bangsa. Di tahun 2026 mendatang, kita akan semakin memperkuat sinergi antarunsur kepengurusan, memperluas jangkauan kegiatan yang bermanfaat, dan menjadikan Pasukan Adat Nusantara Indonesia sebagai rumah yang merangkul seluruh elemen masyarakat yang mencintai dan peduli terhadap kelestarian budaya Nusantara,” ujar Senopati Pasukan Adat Nusantara Indonesia, Edi Juwarto.
Sementara itu, Bapak H. Suwandi selaku budayawan sepuh mengapresiasi langkah organisasi yang terus berupaya menyelaraskan nilai-nilai agama dengan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat. “Perpaduan antara peringatan tahun baru Islam dengan tradisi tumpeng dan ruwat bumi adalah bukti nyata bahwa budaya Nusantara dan ajaran agama dapat berjalan beriringan, saling melengkapi dan menguatkan tanpa harus saling menggeser atau mempertentangkan. Semangat inilah yang harus kita jaga, kita rawat, dan kita wariskan kepada anak cucu kita kelak,” ungkapnya dengan harapan yang tulus.
Acara berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan dan suasana yang hangat hingga selesai, ditutup dengan makan bersama yang semakin mempererat tali silaturahmi antaranggota yang hadir. Seluruh peserta menyampaikan harapan yang sama, agar di tahun mendatang Pasukan Adat Nusantara Indonesia DPD 2 Kabupaten Purbalingga semakin solid, semakin kokoh berdirinya, semakin banyak memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya daerah, serta menjadi mitra yang handal dan terpercaya bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur budaya bangsa.


