Tokoh politikus Kabupaten Purbalingga, IMM menyempatkan diri berkunjung bersilaturahmi ke Sekretariat Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) yang berlokasi di Pendopo Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Minggu (16/8). Kunjungan ini disambut hangat dan terbuka langsung oleh Ketua PANI Kabupaten Purbalingga, H. Muhammad Setiadi AMd, Sekretaris Bambang Purnomo, serta Kabag Kebudayaan Puji Ratmoko.
Suasana pertemuan berlangsung kekeluargaan, akrab, dan penuh rasa persaudaraan. Dalam diskusi yang berjalan santai namun berbobot, para tokoh ini bertukar pandangan menyusun langkah agar Purbalingga ke depan tumbuh menjadi daerah yang bermartabat, sejahtera, serta tetap menjaga jati diri dan nilai luhur yang dimilikinya.
IMM,dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasinya terhadap eksistensi lembaga adat yang senantiasa menjaga nilai-nilai kearifan lokal. “Kehadiran saya di sini adalah bentuk kerinduan bersilaturahmi, menjalin komunikasi yang baik antara tokoh masyarakat, lembaga adat, dan penyelenggara pemerintahan. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu memajukan Purbalingga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kemajuan tidak boleh melupakan identitas. Adat istiadat, budaya, dan sejarah adalah pondasi yang membuat Purbalingga berbeda dan memiliki harga diri yang tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga adat serta masyarakat luas mutlak diperlukan.
Sementara itu, Sekretaris PANI Bambang Purnomo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran IMM. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak IMM yang berkenan hadir, bertemu dan bertatap muka bersama kami. Ini adalah momen yang sangat berharga untuk kebaikan bangsa dan negara, khususnya bagi kemajuan Kabupaten Purbalingga,” ucapnya.
Ketua PANI H. Mohammad Setiadi AMd menambahkan bahwa lembaga adat akan selalu siap menjadi mitra pemerintah dalam menjaga ketertiban, kerukunan, dan melestarikan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Purbalingga. “Kami siap bersinergi, menjaga tradisi, dan turut serta menjaga kondusivitas wilayah demi terwujudnya Purbalingga yang bermartabat,” ungkapnya.
Kepala bagian Kebudayaan: Puji Ratmoko juga turut menyampaikan bahwa budaya dan adat istiadat adalah perekat persatuan. “Tanpa memahami sejarah dan budaya leluhur, kita ibarat bangunan tanpa pondasi. Kemajuan zaman harus berjalan beriringan dengan nilai luhur yang kita miliki,” tuturnya.
Pertemuan silaturahmi ini ditutup dengan suasana yang penuh harapan. Diharapkan, langkah kecil ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas, di mana pemerintah, tokoh politik, dan lembaga adat berjalan beriringan, saling menguatkan, demi mewujudkan cita-cita bersama: Purbalingga yang maju, sejahtera, dan tetap berpegang teguh pada jati diri serta sejarah yang melahirkannya.


