PURBALINGGA — Semangat kebersamaan dan kekompakan warga RT 02 tampak nyata dalam kegiatan jalan sehat yang digelar panitia setempat. Seratus warga secara serentak berangkat bersama Ketua RT 02, berjalan beriringan di sepanjang jalan desa yang dihiasi bendera Merah Putih. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga pagi, melainkan bukti nyata bahwa semangat persatuan masih hidup dan berkobar di tengah masyarakat. Warga tampak mengenakan seragam biru yang sama — seragam yang kini tercatat dan membawa semangat moto:
Sejahtera — Mandiri — -Aman-Rukun — Transparan
Moto ini bukan sekadar tulisan di kain, melainkan janji yang dipahat di dada setiap warga RT 02: Sejahtera, Mandiri, Rukun, Transparan, dan Kompak. Pembuatan seragam ini pun tidaklah murah — biaya yang dikeluarkan mencapai hampir 8 juta rupiah. Namun, pengeluaran sebesar itu tidak dianggap sebagai beban yang sia-sia. Sebaliknya, investasi ini justru menjadi mentor kekompakan bagi RT-RT lainnya. Dengan mengorbankan dana yang cukup besar demi keseragaman dan kebersamaan, RT 02 telah membuktikan bahwa nilai persatuan jauh lebih mahal daripada uang yang dikeluarkannya. Ketika warga mengenakan seragam yang sama dengan moto yang sama, mereka tidak hanya memakai Kaos — mereka memakai satu visi, satu misi, dan satu tekad. Inilah yang membuat RT 02 layak menjadi teladan: bahwa dengan kesadaran bersama, biaya sebesar apa pun akan terasa ringan jika tujuannya adalah persatuan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua RT 02 menyampaikan pesan yang menyentuh hati seluruh warga yang hadir. Beliau mengajak seluruh warga untuk menjaga soliditas dan kebersamaan demi bangsa dan negara. Pesan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah pengingat mendalam tentang bagaimana kemerdekaan Indonesia yang kita nikmati saat ini diraih dengan perjuangan yang luar biasa. "Para pahlawan kita dulu mendapatkan kemerdekaan ini bukan melalui jalan yang mudah, melainkan melalui pertempuran sengit melawan para penjajah. Mereka berkorban harta, darah, bahkan nyawa demi satu hal: kebersamaan dan kemerdekaan bangsa ini," ujar Ketua RT 02 dengan suara tegas dan berwibawa. Pesan ini menggema di antara barisan warga yang berjalan, menyadarkan setiap orang bahwa kebebasan yang kita rasakan hari ini adalah warisan mahal yang harus dijaga dengan persatuan — persis seperti moto ERTE LORO SMArT yang mereka kenakan.
Evaluasi Kegiatan Tingkat Kadus 1: Harus Kembali Menjadi Contoh
Namun di tengah semangat yang membara di RT 02, terdapat hal penting yang perlu menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya di tingkat Kadus 1. Kegiatan-kegiatan yang seharusnya menjadi sarana mempersatukan warga justru belum mendapatkan dukungan yang memadai dari warganya sendiri. Padahal, Kadus 1 seharusnya tampil sebagai pelopor dan teladan bagi kegiatan-kegiatan di RT-RT lainnya. Kadus 1 adalah wajah dan contoh paling dekat bagi warga di wilayahnya. Jika di Kadus 1 kegiatan tidak berjalan dengan dukungan warga, bagaimana RT-RT lain dapat mengikutinya? Inilah yang menjadi alasan utama mengapa evaluasi kegiatan di tingkat Kadus 1 sangat diperlukan saat ini juga.
Kegagalan dalam mendapatkan dukungan warga bukan berarti warga tidak mau berpartisipasi. Bisa jadi ada hal-hal yang perlu dibenahi dalam cara kegiatan direncanakan, dikomunikasikan, dan dilaksanakan. Warga tentu ingin terlibat, namun mereka juga ingin merasa bahwa kegiatan tersebut benar-benar milik mereka. Keterlibatan warga tidak bisa hanya diharapkan begitu saja, tetapi harus dibangun melalui komunikasi yang baik, perencanaan yang matang, dan kesadaran bahwa setiap warga memiliki peran yang sama pentingnya. Kadus 1 perlu kembali ke warga, mendengar aspirasi mereka, dan bersama-sama merancang kegiatan yang benar-benar dirasakan bermanfaat dan menjadi milik bersama — semangat Sejahtera Mandiri Rukun, Transparan Kompak seperti yang dijalankan RT 02.
Kembalinya Kadus 1 sebagai contoh bagi kegiatan di RT-RT lainnya adalah harapan yang sangat wajar dan harus segera diwujudkan. Kadus 1 memiliki potensi, sumber daya, dan warga yang luar biasa. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk menyatukan langkah, membangun komunikasi yang lebih erat, dan menumbuhkan kembali rasa memiliki antarwarga. Ketika Kadus 1 mampu bergerak bersama warganya dengan dukungan penuh — sebagaimana RT 02 bergerak dengan moto ERTE LORO SMArT dan berani mengeluarkan biaya hampir 8 juta demi keseragaman — maka secara otomatis RT-RT lain akan melihat, mengikuti, dan terinspirasi. Seperti yang terlihat nyata di RT 02 hari ini — ketika warga bersatu, seratus orang berangkat bersama, dan semangat itu menular ke mana-mana.
Kebersamaan Sebagai Kekuatan Bangsa
Semangat yang ditunjukkan warga RT 02 dalam kegiatan jalan sehat ini menjadi bukti bahwa kebersamaan itu masih sangat mungkin diwujudkan. Kegiatan sederhana namun bermakna ini membuktikan bahwa ketika panitia dan warga bekerja sama, hasilnya adalah kebahagiaan, kekompakan, dan kebanggaan bersama. Investasi hampir 8 juta rupiah untuk seragam dengan moto ERTE LORO SMART: Sejahtera, Mandiri, Rukun,Aman Transparan Kompak — terbukti bukan pengeluaran sia-sia, melainkan modal kekompakan yang bisa menjadi mentor bagi RT-RT lain. Inilah cerminan kecil dari bangsa yang besar — bangsa yang kuat bukan karena kekayaannya, melainkan karena persatuannya. Jika setiap RT, setiap Kadus, dan setiap warga menyadari hal ini, maka menjaga kebersamaan bukan lagi beban, melainkan kebutuhan dan kewajiban yang dijalani dengan sukacita.
Pesan Ketua RT 02 tadi harus terus bergema: jaga soliditas dan kebersamaan untuk bangsa dan negara ini. Ingatlah bahwa para pahlawan mendapatkan kemerdekaan melalui pertempuran sengit dengan para penjajah — mereka tidak membiarkan perbedaan memisahkan langkah mereka. Maka kita pun tidak boleh membiarkan hal-hal kecil memisahkan kita hari ini. Evaluasi Kadus 1 bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk memperbaiki dan memperkuat. Semoga Kadus 1 segera bangkit dan kembali menjadi teladan yang membanggakan, sehingga kegiatan-kegiatan warga dapat berjalan semakin meriah, didukung sepenuhnya oleh warga sendiri, dan menjadi contoh nyata bagi seluruh wilayah — sebagaimana RT 02 dengan moto ERTE LORO SMArT-nya telah menjadi mentor kekompakan yang nyata. Dari kebersamaan yang sederhana di jalan sehat ini, tumbuhlah harapan besar: bahwa persatuan masih ada, dan kita semua adalah satu — untuk desa, untuk daerah, dan untuk Indonesia tercinta.
Moto: ERTE LORO SMArT — Sejahtera Mandiri Rukun, Aman,Transparan.


