🌿 Rahim Ibu: Tempat Paling Lembut dan Penuh Berkah
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun." (QS. An-Nahl: 78)
Selama berbulan-bulan, di rahim ibu kehidupan tumbuh, berkembang, dan dipelihara dengan pengorbanan yang tak ternilai. Ibu menanggung beban, lelah, hingga rasa sakit, semata agar buah hatinya lahir sehat. Karena itulah Islam menempatkan ibu pada kedudukan yang sangat tinggi — surga berada di telapak kakinya.
Ketika sang buah hati lahir ke dunia, perjuangan ibu belum berakhir, justru dimulai babak baru. Dan di momen sakral itulah, ajaran Islam hadir menyambutnya dengan panggilan suci: panggilan kebenaran menjadi suara pertama yang didengarnya.
📢 Telinga Kanan: Azan — Panggilan Mengenal Allah Sejak Awal
Disunnahkan membacakan Azan di telinga sebelah kanan bayi yang baru lahir. Kalimat yang dibisikkan berisi pengakuan tertinggi:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."
Azan adalah panggilan pulang kepada Pencipta. Membacakannya di telinga kanan berarti menanamkan sejak hari pertama: "Wahai anak, kenallah Allahmu, cintailah-Nya, dan ikutilah utusan-Nya." Ini adalah benih keimanan yang ditanam paling awal, tumbuh seiring pertumbuhan tubuhnya.
📢 Telinga Kiri: Iqamat — Kesungguhan Mengabdi kepada Allah
Setelah Azan di kanan, dibacakan Iqamat di telinga sebelah kiri. Di dalamnya terdapat penegasan:
قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ
"Sudah berdiri shalat." — tanda dimulainya ibadah.
Iqamat bermakna: anak itu tidak hanya diajarkan mengetahui kebenaran, tetapi juga melaksanakannya. Iman tidak cukup hanya diucapkan, harus dibuktikan dengan amal. Sebagaimana firman Allah:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
"Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 103)
Iqamat menjadi pengingat seumur hidup: kita diciptakan untuk beribadah, taat, dan berbuat kebaikan.
💡 Makna Mendalam: Dua Sisi Kehidupan Seorang Muslim
Pembagian ini bukan kebetulan, melainkan hikmah besar yang Allah tetapkan:
- Telinga Kanan (Azan) → Keyakinan & Pengetahuan: mengenal Allah, meyakini kebesaran-Nya — لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (La ilaha illallah).
- Telinga Kiri (Iqamat) → Tindakan & Ketaatan: melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan — أَقِيمُوا الصَّلَاةَ (Aqimus shalah — dirikanlah shalat).
Keduanya tak terpisahkan. Iman tanpa amal bagai pohon tak berbuah; amal tanpa iman bagai bangunan tanpa fondasi. Sejak detik pertama lahir, Islam mengajarkan: iman dan amal berjalan beriringan seumur hidup.
🤲 Penutup
Setiap kali kita mendengar Azan, ingatlah: itulah panggilan pertama yang menyapa telinga kita. Setiap kali shalat dilaksanakan, ingatlah: itulah jawaban atas Iqamat yang dibisikkan sejak lahir.
Sebagaimana dianjurkan dalam hadits:
Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila seorang bayi lahir, maka bacalah azan di telinga kanannya, dan iqamat di telinga kirinya." (HR. Abu Dawud)
Semoga Allah menjaga benih iman kita tetap tumbuh subur. Mengajarkan anak mengenal Allah, mencintai-Nya, dan taat kepada-Nya — agar suara pertama yang didengarnya tetap menjadi pedoman langkahnya hingga akhir hayat.
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Wallahu a'lam bish-shawab — Allah lebih mengetahui kebenaran
Warta Purbalingga(Alumni Pon-Pes Darul Hidayah/Rimong — Media Informasi Warga

