PURBALINGGA — Di tengah arus modernisasi yang semakin deras, masih ada sosok putra asli Purbalingga yang senantiasa giat menguri-uri warisan budaya leluhur. Dialah Sukiman, yang kerap disapa Ki Ageng Angin. Sapaan tersebut melekat karena beliau dikenal bergerak lincah bagaikan angin, senantiasa turun ke lapangan demi kepentingan adat, sosial dan kerukunan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang berkembang di lingkungan Pasukan Adat Nusantara, Sukiman menjabat sebagai Ketua Lembaga Kegiatan Sosial dan Budaya. Beliau dikenal aktif menggerakkan pelestarian budaya Jawa lokal di wilayah Purbalingga, mulai dari mengawal musyawarah adat, mendukung upacara tradisional, hingga mengajak generasi muda agar tidak melupakan akar leluhur.
Tidak hanya itu, Sukiman juga diketahui pernah menjadi pengurus salah satu organisasi masyarakat terbesar di Kabupaten Purbalingga. Pengalaman berorganisasi itulah yang menjadi modal beliau dalam mengelola gerakan adat dan sosial hingga hari ini. Beliau dikenal tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga senang bergerak cepat layaknya angin yang menyapu kesegaran ke tengah masyarakat.
Bagi Sukiman, menguri-uri budaya bukan sekadar memakai ikat kepala atau busana adat semata. Melainkan sebuah laku hidup. Budaya Jawa yang luhur mengajarkan agar manusia senantiasa rendah hati, bertindak jujur, bekerja tanpa pamrih dan mengutamakan kepentingan bersama. Hal ini sejalan dengan semangat Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe: ramai bekerja, sepi dalam haus akan pujian.
Dalam foto yang terabadikan, terlihat Sukiman duduk bersama para sesepuh adat dalam sebuah pertemuan musyawarah. Suasana pertemuan tersebut tampak penuh kekeluargaan, di mana para tokoh adat saling bertukar pikiran demi kelanjutan budaya di tanah Purbalingga. Musyawarah semacam ini menjadi ciri khas masyarakat Jawa, yang mengutamakan mufakat daripada kepentingan pribadi.
Pasukan Adat Nusantara menilai kehadiran sosok seperti Ki Ageng Angin Sukiman sangat berharga di masa kini. Sebab di era yang serba instan ini, tidak banyak orang yang bersedia bergerak tanpa pamrih demi menjaga warisan leluhur. Angin memang tidak selalu terlihat, tetapi terasa kehadirannya; demikian pula sosok beliau, tidak selalu mencari sorotan, namun gerakannya terasa di tengah masyarakat.
Warta Purbalingga mencatat bahwa nama organisasi lama yang pernah beliau pimpin, asal desa secara rinci serta jabatan resmi terbaru masih perlu dikonfirmasi langsung kepada Pasukan Adat Nusantara. Redaksi akan terus memantau gerakan pelestarian budaya yang dipimpin Sukiman Ki Ageng Angin di Kabupaten Purbalingga.
Semoga Ki Ageng Angin Sukiman senantiasa diberi kekuatan, kesehatan dan istiqomah untuk terus menguri-uri budaya Jawa di tanah Purbalingga. Semoga angin yang beliau bawa menjadi angin rahmat bagi seluruh masyarakat, sehingga terwujud kehidupan yang Rahayu Mulyaning Buwana. Amin ya Rabbal 'Alamin.



