Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah menetapkan bulan Muharram sebagai bulan suci dan mulia, serta menjadikannya pintu pembuka tahun baru agar kita senantiasa mengingat-Nya, bertaubat, dan memperbaiki diri. Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, dan saya bersaksi Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya yang jujur serta terpercaya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Beliau, keluarga, sahabat, dan kita semua selaku umatnya yang setia.
Hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang senantiasa bertakwa kepada-Nya.
Hadirin jamaah rahimakumullah, saat ini kita berada di hari‑hari terakhir bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah, bulan yang disandarkan khusus kepada Allah SWT dengan sebutan Syahrullah atau "Bulan Allah". Bulan ini adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan, di mana segala kebaikan dilipatgandakan dan kesalahan dimaafkan bagi hamba yang bertaubat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.”
— HR. Muslim
Kini waktu berjalan, sisa hari di bulan mulia ini semakin tipis. Maka, di penghujung bulan ini, mari kita lakukan muhasabah diri: Apa yang telah kita usahakan di bulan ini? Sudahkah kita memperbanyak taubat, istighfar, puasa, sedekah, dan menyambung silaturahmi? Ataukah kita masih menyia‑nyiakan waktu berharga yang Allah berikan?
Allah SWT berfirman:
“Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul‑Nya serta orang‑orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan‑Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.’”
— QS. At‑Taubah: 105
Hadirin yang dimuliakan Allah, janganlah kita bersedih karena bulan Muharram segera berlalu, melainkan jadikanlah ini semangat: perbaikan diri tidak berhenti pada satu bulan saja. Jika ada amalan yang belum sempat dilakukan, atau ada kesalahan yang belum diperbaiki, pintu rahmat Allah senantiasa terbuka. Perbanyaklah amalan saleh di sisa waktu ini, lunasi janji dengan sesama, saling memaafkan, dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat memasuki bulan‑bulan berikutnya.
Ingatlah, tidak ada waktu yang membawa kesialan. Segala waktu adalah anugerah Allah yang harus kita isi dengan kebaikan. Mari kita tutup bulan Muharram dengan hati yang bersih, amal yang diterima, dan harapan besar kepada rahmat Allah SWT.
Semoga Allah memberkahi saya dan kalian dalam membaca Al‑Qur’an yang agung, dan memberi manfaat melalui ayat serta peringatan yang ada di dalamnya. Semoga Allah menerima bacaan dan amal ibadah kita semua. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Demikian yang dapat saya sampaikan, saya memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung untuk saya, kalian, dan seluruh kaum muslimin. Maka mohonlah ampun kepada‑Nya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
