WARTA PURBALINGGA

Portal Berita Terkini Purbalingga dan Sekitarnya

Padepokan Garga Astagina Gelar Kegiatan 3 Hari di Gunung Sibatok Peringati 10 Muharram 1448 H

Belik, Purbalingga – Dalam rangka memperingati hari istimewa 10 Muharram 1448 Hijriyah, Padepokan Garga Astagina sukses menggelar kegiatan keagamaan dan spiritual selama tiga hari berturut-turut, mulai hari Jumat, Sabtu, hingga Minggu. Kegiatan tersebut berpusat di kawasan Gunung Sibatok, Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang dikenal memiliki suasana alam yang asri dan menyejukkan hati.
Peserta Cemp 2026/1448.H

Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 19 anggota Padepokan Garga Astagina ini dipimpin langsung oleh Ketua Padepokan, Seno Pratama, bersama jajaran tim pengurus. Selama pelaksanaan, para senior padepokan juga turut hadir dan memantau jalannya acara agar berjalan lancar, khusyuk, dan sesuai dengan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh lembaga tersebut. Kehadiran para senior menjadi penuntun sekaligus penguat semangat bagi seluruh anggota yang hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh ketenangan dan kesungguhan hati.

Para peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah bagian barat dan tengah, meliputi Ajibarang, Tegal, Pemalang, Purbalingga, hingga Banjarnegara. Hal ini menunjukkan bahwa jangkauan dan kebersamaan dalam Padepokan Garga Astagina terus terjalin erat meskipun para anggota berasal dari tempat tinggal yang berbeda-beda. Keberagaman asal daerah justru menjadi kekuatan tersendiri untuk saling berbagi pengalaman dan mempererat tali persaudaraan antar sesama anggota.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan diisi dengan berbagai rangkaian acara yang bernuansa keagamaan dan pendekatan diri kepada Sang Pencipta. Inti dari kegiatan ini adalah berdoa bersama, berzikir, serta melaksanakan zikir di tengah alam terbuka kawasan hutan sekitar Gunung Sibatok. Memilih lokasi di alam terbuka bukan tanpa alasan, karena bagi para anggota padepokan, suasana yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk keramaian, serta keindahan alam ciptaan Allah SWT dapat membantu menenangkan hati dan memfokuskan pikiran untuk lebih khusyuk dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Upacara janji Setia Padepokan Astagina

Di sela-sela rangkaian ibadah, juga diadakan sesi sarasehan atau diskusi bersama yang menjadi wadah bagi para anggota untuk menyampaikan kesan, pesan, serta harapan selama mengikuti kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, salah seorang anggota bernama Tamim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pengurus dan senior yang selama ini telah membimbing dan berbagi keilmuan yang bermanfaat bagi kehidupan rohani maupun sosial para anggota.

“Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang selama ini telah membimbing kami terkait berbagai keilmuan, agar kami senantiasa dapat lebih berpasrah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Melalui kegiatan zikir bersama alam seperti ini, hati terasa lebih tenang dan kesadaran untuk selalu mengingat-Nya semakin tumbuh dalam diri. Sebagai anggota baru, saya juga sangat bersyukur dan berterima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk bergabung dan mengikuti kegiatan di Padepokan Garga Astagina ini,” ujar Tamim dengan penuh
 haru.

Sementara itu, Pembina Padepokan Garga Astagina, Saifudin Arizal, dalam arahannya menekankan pentingnya konsistensi dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari. Ia mengajak seluruh anggota untuk tidak menjadikan ibadah hanya dilakukan saat ada kegiatan bersama saja, melainkan harus menjadi kebiasaan yang melekat dalam setiap waktu.

“Kita harus senantiasa taat dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sediakanlah waktu meskipun hanya satu jam dalam sehari dari 24 jam yang kita miliki untuk berzikir dan mengingat-Nya. Jika hal ini kita lakukan secara rutin dan ikhlas, maka insya Allah segala urusan dan aspek dalam kehidupan kita, baik itu urusan pekerjaan, keluarga, maupun pergaulan, akan dimudahkan dan diberi jalan keluar yang terbaik oleh-Nya,” pesan Saifudin Arizal di hadapan seluruh peserta.

Selama tiga hari pelaksanaan dari Jumat hingga Minggu, suasana kekeluargaan dan kekhusyukan terasa kental di lokasi kegiatan. Angin sepoi-sepoi khas pegunungan serta pemandangan alam yang hijau dan asri menjadi latar yang sempurna untuk merenung, memperbaiki diri, serta memperkuat hubungan vertikal dengan Allah SWT maupun hubungan horizontal antar sesama anggota. Para peserta mengaku mendapatkan ketenangan batin serta semangat baru untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan perilaku sehari-hari setelah mengikuti kegiatan ini.

Ketua Padepokan Garga Astagina, Seno Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan peringatan 10 Muharram ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur dan upaya memperdalam nilai-nilai kebaikan. Ia berharap apa yang telah didapatkan selama berkumpul di Gunung Sibatok dapat dibawa pulang dan diamalkan di lingkungan masing-masing, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anggota sendiri, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada hari Minggu, seluruh anggota kembali ke daerah asal masing-masing dengan hati yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan tekad yang semakin kuat untuk terus beribadah, berbuat baik, serta mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap langkah kehidupan. Padepokan Garga Astagina pun berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas iman dan takwa para anggotanya di masa mendatang.

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama