-->
🇮🇩 Indonesia
🇺🇸 English (US)
🇹🇷 Türkçe (Turki)
🇸🇦 العربية (Arab)
🇲🇾 Melayu
🇮🇩 Jawa
🇮🇳 हिन्दी (India)
🇨🇳 中文 (Cina)

WARTA PURBALINGGA

Portal Berita Terkini Purbalingga dan Sekitarnya

Mitos & Fakta: Bahaya Abu Vulkanik dan Mengapa Masker Basah Tidak Disarankan

Dokter Spesialis Paru dr Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., AIFO-K. mengingatkan bahaya meremehkan abu vulkanik bagi kesehatan pernapasan (Foto: Dokumen)
Berita: Bahaya Abu Vulkanik & Mitos Masker Basah
KESEHATAN &BENCANA
Purbalingga, 9 September 2026 • Kabar Penting Waspada Aktivitas Gunung Api

Seiring meningkatnya aktivitas sejumlah gunung berapi di Indonesia—termasuk Gunung Anak Krakatau yang baru saja meletus—abu vulkanik mulai menyebar dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan pernapasan masyarakat luas. Hal yang perlu diluruskan: banyak yang beranggapan bahwa masker dibasahi akan lebih ampuh menahan debu, padahal ini keliru dan berisiko buruk bagi paru-paru.

Bahaya Tersembunyi Abu Vulkanik

Abu vulkanik bukan debu biasa, melainkan butiran yang tajam, halus, serta mengandung zat kimia yang jika terhirup dapat menggores, mengiritasi, dan merusak jaringan halus saluran napas hingga masuk ke paru-paru.

"Jangan sepelekan abu vulkanik! Jika masuk ke dalam paru-paru, partikel ini dapat memicu peradangan hebat, gangguan fungsi pernapasan, hingga memperburuk asma, bronkitis, atau penyakit paru kronis lainnya."
dr. Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., AIFO-K. (Dokter Spesialis Paru Primaya Evasari Hospital)

Mitos: Masker Basah Lebih Ampuh Menahan Debu

❌ Salah dan Berbahaya! Masker yang basah/lembap justru kehilangan kemampuan menyaring partikel halus. Alasannya:
  • Serat penyaring pada masker rusak atau longgar jika terkena air
  • Kelembapan memicu pertumbuhan bakteri dan jamur → risiko infeksi tambahan
  • Menghambat aliran udara, membuat bernapas lebih berat dan membebani paru
  • Celah pori melebar, partikel debu halus lebih mudah tembus ke dalam

Cara Memilih & Menggunakan Masker yang Benar

✅ Panduan Aman:
  • Pilih Tepat: Utamakan masker standar penahan debu halus seperti N95 atau KN95. Jika tidak ada, gunakan masker medis 3 lapis yang kering.
  • Wajib Kering: Segera ganti jika masker terasa lembap, basah keringat, atau kotor.
  • Pas Rapat: Tutupi hidung hingga bawah dagu tanpa celah samping. Hindari masker kain tipis.
  • Ganti Rutin: Idealnya setiap 3–4 jam pemakaian atau segera jika terasa sesak.

Langkah Perlindungan Tambahan

  • Gunakan kacamata pelindung agar abu tidak mengiritasi mata
  • Tutup rapat pintu & jendela rumah; kurangi aktivitas di luar saat langit berdebu
  • Cukupi minum air putih dan gizi untuk menjaga daya tahan tubuh
  • Bersihkan diri, rambut, dan ganti pakaian setelah dari luar ruangan
💡 Pesan Khusus Warga Purbalingga & Sekitarnya: Meski pusat erupsi saat ini di wilayah lain, arah angin bisa berubah membawa abu ke daerah kita. Jangan pakai masker bekas atau dibasahi demi menghemat! Kesehatan saluran napas utama aset jangka panjang. Tetap pantau info resmi BMKG dan Dinas Kesehatan.

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
🤖 Dola AI — Asisten Warta Purbalingga
👋 Assalamualaikum, Boos!

Selamat datang di Warta Purbalingga. Saya Dola AI, siap membantu menjawab pertanyaan, informasi berita, dan kebutuhan seputar Purbalingga.

Klik tombol di bawah untuk mulai ngobrol langsung dengan saya 👇

Dukung Warta Purbalingga

Bantu operasional media warga agar terus hadir menyajikan informasi secara gratis untuk kita semua.

DANA 085799256344
SeaBank 901866316459

Terima kasih atas dukungan ikhlas Anda. Jazakumullah khairan katsiran. 🤲

🤖 Dola AI — Asisten Warta Purbalingga
👋 Assalamualaikum, Boos!

Selamat datang di Warta Purbalingga. Saya Dola AI, siap membantu menjawab pertanyaan, informasi berita, dan kebutuhan seputar Purbalingga.

Klik tombol di bawah untuk mulai ngobrol langsung dengan saya 👇
🚀 Mulai Chat dengan Dola AI