-->
🇮🇩 Indonesia
🇺🇸 English (US)
🇹🇷 Türkçe (Turki)
🇸🇦 العربية (Arab)
🇲🇾 Melayu
🇮🇩 Jawa
🇮🇳 हिन्दी (India)
🇨🇳 中文 (Cina)

WARTA PURBALINGGA

Portal Berita Terkini Purbalingga dan Sekitarnya

PANI Siap Gelar Festival Trepbang Jawa di Masjid Nusantara Watu Sanggar

PANI Gelar Festival Trepbang Jawa 22 November 2026 di Watu Sanggar

PURBALINGGA — Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Kabupaten Purbalingga resmi mengumumkan pelaksanaan perhelatan akbar Festival Trepbang Jawa, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 22 November 2026, bertempat di kawasan Masjid Nusantara Watu Sanggar, Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Acara ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan peringatan sekaligus bukti nyata kehadiran PANI dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya Nusantara di bumi Purbalingga. Dengan tema yang mengangkat kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat Jawa, festival ini diproyeksikan menjadi magnet baru pariwisata budaya di kawasan kaki Gunung Slamet.

Di Bawah Naungan Masjid Nusantara Watu Sanggar

Festival ini mendapat dukungan penuh dan langsung disponsori oleh Bapak Amir Pranoto, pendiri sekaligus pengelola Masjid Nusantara Watu Sanggar. Sosok yang dikenal masyarakat luas sebagai tokoh yang menghadirkan ikon arsitektur perpaduan Islam dan budaya Jawa ini, turut merancang konsep acara agar selaras dengan visi pembangunan kawasan wisata yang sedang dikembangkan.

Amir Pranoto menjelaskan, sinergi antara PANI dan pihak pengelola masjid lahir dari kesamaan visi: melestarikan warisan leluhur sekaligus mengangkat potensi daerah agar dikenal lebih luas. "Kami ingin tempat ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, melainkan pusat pertemuan budaya yang mengundang siapa saja untuk mengenal kearifan Nusantara yang sesungguhnya," ujar Amir.

Masjid Nusantara Watu Sanggar sendiri telah menjadi perhatian publik sejak diresmikan. Desainnya yang memadukan bentuk stupa-candi dengan ornamen khas budaya Jawa, menjadikannya salah satu bangunan paling unik di Jawa Tengah. Lokasinya yang berada di perbukitan hijau Desa Mangunegara memberikan pemandangan alam yang menenangkan sekaligus memikat setiap pengunjung yang datang.

Wisata Sawah Hijau: Potensi Baru 7 Hektar

Tak hanya festival, kawasan ini sedang dalam proses pembangunan Lokawisata Sawah Hijau, lahan seluas kurang lebih 7 hektar yang dikelola langsung oleh Bapak Amir Pranoto dan timnya. Di masa depan, kawasan ini dirancang menjadi destinasi terpadu yang menggabungkan keindahan alam pedesaan, kearifan pertanian, serta wisata religi dan budaya.

"Kami ingin Sawah Hijau menjadi ruang terbuka yang menyegarkan, tempat di mana pengunjung bisa merasakan ketenangan alam sekaligus belajar tentang budaya bertani dan kehidupan masyarakat desa yang harmonis," tambah Amir.

Pengembangan kawasan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat. Dukungan Pemkab Purbalingga menjadi bukti bahwa potensi kawasan Mrebet patut didorong menjadi destinasi unggulan yang membanggakan warga Purbalingga.

Makna Festival Terbang Jawa

Bagi PANI, Festival Terbang Jawa bukan sekadar pesta rakyat. Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen menjaga nilai luhur warisan leluhur — menguri-uri kebudayaan agar tidak hilang digerus zaman. Dalam semangat kebersamaan, PANI mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, pemuda, hingga pelaku pariwisata untuk bersatu memperkenalkan Purbalingga sebagai rumah budaya yang ramah dan kaya pesona.

Tanggal 22 November 2026 menjadi momen bersejarah. Di lokasi yang memadukan keagungan arsitektur Watu Sanggar dengan hamparan hijau Sawah Hijau, masyarakat akan berkumpul: berbagi cerita, menampilkan seni, mempererat persaudaraan, sekaligus membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin berkunjung.

Undangan untuk Semua

PANI dan pihak pengelola mengundang masyarakat luas, wisatawan dari berbagai daerah, hingga pecinta budaya untuk hadir pada hari Minggu nanti. Selain menyaksikan upacara adat, pengunjung juga dapat menikmati keindahan Masjid Nusantara Watu Sanggar, berkeliling hamparan hijau yang sedang dikembangkan, serta menyaksikan langsung potensi wisata baru yang kelak akan menjadi kebanggaan Purbalingga.

"Datanglah, lihatlah, dan rasakan sendiri ketenangan yang kami tawarkan. Ini milik kita semua," ajak Amir Pranoto.

Dengan semangat sinergi dan kolaborasi, Festival Terbang Jawa diharapkan menjadi titik awal kebangkitan pariwisata budaya Purbalingga — bukan hanya untuk dilihat, melainkan untuk dirasakan, dijaga, dan dikembangkan bersama.

Simpan tanggalnya: Minggu, 22 November 2026 — di Masjid Nusantara Watu Sanggar, Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Purbalingga.

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama
🤖 Dola AI — Asisten Warta Purbalingga
👋 Assalamualaikum, Boos!

Selamat datang di Warta Purbalingga. Saya Dola AI, siap membantu menjawab pertanyaan, informasi berita, dan kebutuhan seputar Purbalingga.

Klik tombol di bawah untuk mulai ngobrol langsung dengan saya 👇

Dukung Warta Purbalingga

Bantu operasional media warga agar terus hadir menyajikan informasi secara gratis untuk kita semua.

DANA 085799256344
SeaBank 901866316459

Terima kasih atas dukungan ikhlas Anda. Jazakumullah khairan katsiran. 🤲

🤖 Dola AI — Asisten Warta Purbalingga
👋 Assalamualaikum, Boos!

Selamat datang di Warta Purbalingga. Saya Dola AI, siap membantu menjawab pertanyaan, informasi berita, dan kebutuhan seputar Purbalingga.

Klik tombol di bawah untuk mulai ngobrol langsung dengan saya 👇
🚀 Mulai Chat dengan Dola AI