Peringatan Maulid Nabi SAW di Desa Mipiran: Wujud Indah Gotong Royong dan Sinergi Masyarakat
PADAMARA — Warta Purbalingga — Semarak peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh warga Kadus 2, Desa Mipiran, Kecamatan Padamara bukan sekadar acara keagamaan biasa. Di balik lantunan sholawat dan taklim yang menyejukkan hati, tersimpan sebuah keindahan gotong royong yang luar biasa: warga bersama-sama menyumbangkan hasil bumi, buah-buahan, sayuran, hingga hewan qurban, sehingga acara berjalan meriah dan penuh berkah.
|
| Para warga masyarakat,dengan antusias mengikuti Proses Acara:Maulid Nabi Muhammad SAW. |
Acara yang dilaksanakan pada Hari sabtu; Tanggal 05 September 2026/malam Minggu ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan.Acara sudah di Mulai Tepat Pukul 19.30 dengan pembacaan albarzanji di iringi oleh grup Rebana aetempat. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru wilayah Padamara dan sekitarnya hadir memenuhi lokasi acara di Kadus 2, Desa Mipiran, ingin bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, teladan seluruh umat manusia.
📌 Acara Berjalan Khidmat, Dihadiri Camat Padamara dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan yang dilaksanakan oleh warga Kadus 2, Desa Mipiran, Kecamatan Padamara ini dihadiri langsung oleh Camat Padamara, unsur Forkompincam, Kepala Desa Mipiran, serta para tokoh masyarakat, agama, dan budaya di wilayah tersebut. Tak ketinggalan, perwakilan Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Bapak Suwandi turut hadir, menandakan sinergi yang erat antara unsur keagamaan, pemerintahan, dan tokoh adat dalam menjaga kerukunan masyarakat.
|
| Para Santri TPQ Berbaur,dengan Ustad dan Usatazah berkumpul,dalam moment Bersama. |
Suasana acara semakin syahdu dengan kehadiran para pengasuh dan tenaga pengajar Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Ustadz Aly Salam dan Ustadz Saeful Rohman, selaku pengasuh TPQ setempat, turut mengisi acara dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dan pesan-pesan kebaikan yang menyentuh hati para jamaah.
Taklim atau taujiah pada peringatan kali ini disampaikan oleh Abah Sangidun dari Bakung, Linggasari. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan seluruh jamaah akan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW: kasih sayang, kejujuran, kesederhanaan, dan semangat berbagi kepada sesama. Pesan-pesan beliau disambut dengan hikmat dan keharuan oleh ribuan jamaah yang hadir di Kadus 2, Desa Mipiran.
🌾 GOTONG ROYONG WARGA: 1 TON BUAH, 3 TON SAYUR, 7 EKOR KAMBING — SEMUA DARI KEBERSAMAAN
|
| Walau Malam,Jamaah mengikuti maulid sampai selesai. |
Yang membuat peringatan Maulid Nabi di Kadus 2, Desa Mipiran ini begitu istimewa dan patut dijadikan teladan adalah semangat gotong royong warga yang luar biasa. Tanpa paksaan, tanpa diatur-atur, warga masyarakat — terutama para wali santri — berdatangan membawa hasil bumi yang mereka miliki untuk disumbangkan bagi keperluan acara.
Hasilnya sungguh luar biasa:
- 🍎 Buah-buahan: ± 1 Ton
- 🥬 Sayur-mayur: ± 3 Ton
- 🐐 Kambing: 7 Ekor — disembelih untuk hidangan bersama
Semua itu murni sumbangan sukarela dari warga Kadus 2, Desa Mipiran. Bukan dari kantong pribadi satu orang, bukan pula dari bantuan pihak luar. Melainkan hasil kebersamaan: sedikit demi sedikit dari setiap rumah, dikumpulkan menjadi satu, lalu dinikmati bersama oleh ribuan jamaah yang hadir.
“Inilah esensi dari peringatan Maulid Nabi. Nabi mengajarkan kita untuk saling berkasih sayang, saling bantu, dan saling berbagi. Bukan dengan kemewahan yang berlebih-lebihan, melainkan dengan ketulusan hati dan kebersamaan,” ujar salah satu panitia dari Kadus 2.
Para wali santri terlihat paling semangat dalam menyumbangkan hasil kebun mereka. Ada yang membawa pisang, kelapa, nangka, ada yang membawa kangkung, bayam, kacang panjang, dan berbagai jenis sayuran lainnya. Semua dikumpulkan, diatur, lalu diolah menjadi hidangan yang lezat dan berkah untuk disantap bersama.
🤝 SINERGI AGAMA, ADAT, DAN PEMERINTAH: KUNCI KERUKUNAN MASYARAKAT KADUS 2
Kehadiran Camat Padamara, unsur Forkompincam, Kades Mipiran, serta perwakilan PANI dalam satu wadah peringatan Maulid Nabi di Kadus 2 ini menunjukkan bahwa di Desa Mipiran, keberagaman justru menjadi kekuatan. Agama, adat istiadat, dan pemerintahan berjalan beriringan, saling mendukung, dan saling menguatkan demi kesejahteraan warga.
|
| Sekaligus sebagai Penasehat Pasukan Adat Nusantara Indonesia " Sudah saatnya,banyune bening.sawaeh ijo-Ijo Kususe warga" Ngapak" sebagai sumber se- jarah Peradaban Nusantara. |
Perwakilan PANI, Bapak Suwandi, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. “Kegiatan yang mempersatukan warga, yang mengajak pada kebaikan, yang melestarikan budaya gotong royong — itulah yang menjadi jiwa Pasukan Adat Nusantara Indonesia. Semoga kebersamaan warga Kadus 2 ini terus terjaga,” ungkapnya.
Camat Padamara dalam sambutannya juga sangat mengapresiasi semangat warga Kadus 2. “Saya sangat bangga dan terharu melihat kebersamaan warga di sini. Hasil bumi 1 ton buah, 3 ton sayur, 7 ekor kambing — semua dari warga sendiri Kadus 2, Desa Mipiran. Ini menunjukkan bahwa ketika kita bersatu, tidak ada yang mustahil. Semoga semangat ini terus dijaga dan menjadi teladan bagi wilayah lain,” ujar beliau.
💎 MAKNA DI BALIK ANGKA: BUKAN TENTANG BANYAKNYA, TAPI TENTANG KETULUSANNYA
Angka 1 ton buah, 3 ton sayur, dan 7 ekor kambing itu bukan sekadar angka. Di balik angka itu ada makna yang jauh lebih dalam: ada kerelaan hati warga Kadus 2 untuk berbagi, ada rasa memiliki terhadap acara bersama, ada semangat bahwa “ini milik kita, dan kita yang menjalankannya”.
Di zaman yang serba modern ini, semangat gotong royong seperti inilah yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Bukan menunggu bantuan dari luar, melainkan bergerak dari diri sendiri, dari rumah sendiri, lalu bersatu menjadi kekuatan yang besar.
🤲 HARAPAN: SEMOGA MENJADI CONTOH BAGI WILAYAH LAIN
Bantu Warta Purbalingga Tetap Online
Sajian berita warga & informasi desa dapat terus diakses secara gratis melalui dukungan Anda untuk biaya perpanjangan hosting & domain media.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kadus 2, Desa Mipiran, Kecamatan Padamara malam Minggu ini berakhir dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan. Ribuan jamaah pulang dengan hati gembira, perut kenyang, dan hati yang penuh dengan pesan-pesan kebaikan.
Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi dan teladan bagi wilayah-wilayah lain di Kabupaten Purbalingga. Bahwa peringatan hari besar agama tidak harus mewah dan mahal. Yang terpenting adalah kebersamaan, ketulusan, dan semangat berbagi — sebagaimana yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW, Rasulullah yang penuh kasih sayang kepada seluruh alam.
Baca Juga Artikel:
Semoga kebersamaan warga Kadus 2, Desa Mipiran ini senantiasa diberkahi Allah SWT, dan semoga semangat gotong royong ini terus menyala untuk kemajuan masyarakat, Kabupaten Purbalingga, dan bangsa Indonesia pada umumnya. 🤲💚
Warta Purbalingga — Media Informasi Warga