Warga Kabupaten Purbalingga diminta waspada. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memprediksi sebaran abu vulkanik dan gas berbahaya dari erupsi Gunung Anak Krakatau akan memasuki wilayah Purbalingga dalam 12 jam ke depan.
Peringatan ini disampaikan BPBD Purbalingga menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Minggu, 6 September 2026. Berdasarkan pantauan arah angin dan sebaran partikel, dampaknya mulai terasa hingga sebagian wilayah Jawa Tengah.
BPBD: Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar
Melalui infografis resmi yang dirilis Senin malam, BPBD Purbalingga mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi.
Imbauan Penting BPBD Purbalingga
- Kurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak terlalu penting
- Tutup jendela dan ventilasi rumah untuk mencegah udara luar masuk
- Gunakan masker terutama masker N95 saat harus keluar rumah
Apa Bahaya Gas SO2 Bagi Kesehatan?
Selain abu vulkanik, ancaman utama datang dari Gas Sulfur Dioksida (SO2). Gas ini tidak berbau menyengat namun berbahaya jika terhirup dalam jumlah banyak.
Dampak Langsung ke Tubuh
Menurut BPBD, paparan gas SO2 dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan. Pada kondisi tertentu bisa memicu batuk, sesak napas, dan memperparah penyakit asma serta gangguan paru-paru lainnya.
Sejarah Erupsi dan Arah Sebaran
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Minggu siang. Kolom abu teramati tinggi dan terbawa angin ke arah timur. BMKG dan PVMBG terus memantau pergerakan awan panas guguran dan sebaran gas tersebut.
"Kami terus berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait. Saat ini fokus kami adalah memberikan informasi tercepat agar masyarakat bisa melakukan pencegahan sedini mungkin," tulis BPBD dalam keterangannya.
Ajakan Jaga Bersama
BPBD menutup himbauannya dengan ajakan untuk menjaga diri dan keluarga. Masyarakat juga diminta hanya mempercayai informasi dari sumber resmi.
#PurbalinggaTangguhBencana #JagaDiriJagaKeluarga



