Bagikan Artikel:
PURBALINGGA — Suasana Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga berwarna kuning keemasan pada peringatan HUT ke-62 Partai Golkar. Berpadu dengan irama musik tradisional yang menghentak, digelar Gelar Budaya Lestari Ebeg Kuda Kepang Wijaya Kusuma Karang Gandul yang mengangkat kembali warisan leluhur sebagai wujud nyata mencintai budaya sendiri di tengah arus zaman yang terus berubah.
📌 Identitas Seni Budaya
- Nama Kelompok Seni: Wijaya Kusuma Karang Gandul, Bobotsari
- Seni yang Dibawakan: Ebeg / Kuda Kepang
- Ketua/Pengurus Paku Beling: Bapak Priawan — mengemban amanah sebagai pengurus sejak tahun 2019
- Lokasi Kegiatan: Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga
🏛️ Kehadiran Tokoh dan Jajaran Pimpinan
Kegiatan budaya yang sarat makna ini berlangsung khidmat dan meriah. Hadir memeriahkan acara, HJ Teni Juliawati, SE, MSi — selaku Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Purbalingga sekaligus Wakil DPRD Partai Golkar — didampingi jajaran pengurus dan tim relawan Beringin Kuning. Turut hadir anggota Fraksi Partai Golkar, Uut Trias Yanuar,SE, H. Idrus Anjasmara, AMD, beserta seluruh jajaran kader Partai Golkar dari perwakilan tingkat Kecamatan (PK) se-Kabupaten Purbalingga.
Kehadiran para pengurus partai di tengah masyarakat dan para seniman lokal menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap pelestarian budaya bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang dilakukan bersama-sama antara masyarakat, seniman, dan pembuat kebijakan.
💬 Pesan Ketua DPD II Partai Golkar Purbalingga
Dalam sambutannya, Ibu Hj. Teni Juliawati, SE, MSi menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh penyelenggara, ketua panitia festival budaya, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras mewujudkan acara ini.
"Terima kasih kepada seluruh stakeholder dan ketua panitia festival budaya ini. Semoga kegiatan yang penuh kebersamaan ini dapat dilaksanakan di seluruh daerah pemilihan, agar budaya lokal kita terus hidup dan dikenal oleh generasi muda."
Ibu Hj. Teni menegaskan momentum penting yang harus diambil dari kegiatan ini: "Sudah saatnya pohon beringin turun ke bawah, menghidupkan kembali budaya lokal kita." Kalimat sederhana namun bermakna mendalam ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama turun langsung ke masyarakat, membumi, dan mendampingi para pelestari budaya di desa-desa.
Partai Golkar melalui jajarannya berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung organisasi-organisasi budaya yang ada di tengah masyarakat. Salah satunya adalah Paku Beling — organisasi kesenian yang dipimpin oleh Bapak Priawan. Beliau telah mengabdikan diri memegang amanah sebagai pengurus sejak tahun 2019, mempertahankan dan mengembangkan seni tradisi agar tidak punah ditelan masa.
🎖️ Makna di Balik Gelar Budaya
Seni Ebeg atau yang dikenal juga sebagai Kuda Kepang bukan sekadar pertunjukan semata. Di dalamnya terkandung nilai-nilai keberanian, gotong royong, dan keteguhan hati yang menjadi ciri khas budaya masyarakat Jawa. Gerakan penari yang menunggangi kuda anyaman, diiringi tabuhan gamelan yang khas, mengingatkan kita pada sejarah dan keperjuangan leluhur dalam menjaga kedaulatan dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Di era digital yang serba cepat ini, kehadiran kelompok seni seperti Wijaya Kusuma Karang Gandul menjadi penyang identitas bangsa. Tanpa budaya yang kuat, sebuah bangsa akan kehilangan jati dirinya. Oleh karena itu, menghidupkan kembali panggung-panggung seni di desa-desa adalah cara terbaik menanamkan rasa cinta tanah air sejak dari lingkungan terdekat kita sendiri.
Semangat Bapak Priawan dan seluruh seniman Paku Beling patut kita acungi jempol. Dukungan dari pemerintah daerah, partai politik, dan seluruh elemen masyarakat menjadi energi positif agar budaya lokal terus lestari dan tidak hanya hidup di ingatan, tetapi tampil megah di panggung masa depan. Semoga kebersamaan yang terjalin di Desa Mangunegara ini menjadi awal dari gelombang kebangkitan budaya di seluruh pelosok Kabupaten Purbalingga. Beringin Bersatu, Budaya Tetap Lestari! 🌳✨




