![]() |
| Kumpulan Donasi Warga NU |
Warta Purbalingga — Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 yang jatuh pada 31 Januari 2021 dimanfaatkan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, untuk memperkuat peran sosial dan kemanusiaan organisasi. Serangkaian kegiatan digelar, mulai dari santunan internal hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Dalam momentum bersejarah tersebut, MWCNU Bojongsari menyalurkan santunan kepada 18 ranting NU se-Kecamatan Bojongsari, serta tiga warga Desa Gembong yang membutuhkan uluran tangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen NU untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam dakwah keagamaan, tetapi juga aksi nyata sosial.
Peringatan Harlah NU ke-103 Dipusatkan di Bojongsari
Ketua MWCNU Kecamatan Bojongsari, Nurul Hidayat, S.Ag, menegaskan bahwa Harlah NU ke-103 bukan sekadar peringatan seremonial. Menurutnya, usia NU yang telah melampaui satu abad harus dimaknai dengan kerja-kerja konkret yang dirasakan langsung oleh umat.
“NU lahir dari, oleh, dan untuk umat. Maka di usia ke-103 ini, kami berupaya menghadirkan kegiatan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Nurul Hidayat dalam keterangannya.
MWCNU Bojongsari Berikan Santunan ke 18 Ranting NU
Santunan kepada 18 ranting NU tersebut diberikan sebagai bentuk penguatan organisasi di tingkat akar rumput. Selain itu, bantuan juga disalurkan kepada tiga warga Desa Gembong yang dinilai membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat soliditas antarstruktur NU, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di tengah warga Nahdliyin.
Ketua MWCNU: NU Harus Hadir di Tengah Umat.
Nurul Hidayat menambahkan, NU harus selalu hadir saat masyarakat menghadapi kesulitan, termasuk ketika bencana alam melanda. Ia menekankan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai ke-NU-an.
“Ketika masyarakat mengalami musibah, NU tidak boleh hanya menjadi penonton. NU harus ikut bergerak, berbuat, dan memberi manfaat,” tegasnya.
Bantuan Bencana Disalurkan Melalui Posko LAZISNU Desa Serang
Selain kegiatan santunan, MWCNU Bojongsari juga menyalurkan bantuan kemanusiaan ke desa-desa terdampak bencana di Kabupaten Purbalingga. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Posko LAZISNU di Desa Serang, yang menjadi pusat distribusi logistik bagi korban bencana.
Bantuan tersebut berasal dari hasil penggalangan donasi warga Nahdliyin di tingkat ranting, yang kemudian dihimpun dan dikelola secara terkoordinasi oleh MWCNU bersama LAZISNU.
Sekretaris MWCNU Apresiasi Partisipasi Warga Nahdliyin
Sekretaris MWCNU Kecamatan Bojongsari, Gus Wakhidin Sodik, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Nahdliyin yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Nahdliyin melalui ketua ranting masing-masing yang telah ikut serta dalam donasi ini. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan,” ujarnya.
MWCNU dan LAZISNU PC NU Purbalingga Turun Langsung ke Lokasi
Pada hari yang sama, MWCNU Bojongsari bersama LAZISNU PC NU Kabupaten Purbalingga bergerak langsung menuju lokasi bencana. Kehadiran pengurus NU di lapangan dimaksudkan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran serta memberikan dukungan moral kepada masyarakat terdampak.
Baca juga artikel terkait:- Sebanyak 525 warga Purbalingga akan berangkat melakukan ibadah haji tahun 2026.
- MWC NU Bojongsari Bersiap Rayakan Harlah NU ke-103 untuk Memperkuat Kepedulian Sosial dan Kebersamaan Anggota NU
- BAZNAS Purbalingga Salurkan Bantuan Bakso Kering untuk Korban Bencana Serayu dan Gunung Malang
Dalam rapat persiapan Harlah NU ke-103, Ketua MWCNU Bojongsari juga menyampaikan harapan agar penanganan bencana di Kabupaten Purbalingga dapat dilakukan secara optimal melalui sinergi berbagai pihak.
“Semoga bencana-bencana yang terjadi di Purbalingga dapat segera ditangani dengan baik oleh pemerintah, para stakeholder, serta relawan-relawan yang ada, sehingga masyarakat bisa segera pulih,” tuturnya.
Dengan hadirnya bantuan dari MWCNU Bojongsari dan LAZISNU, diharapkan beban masyarakat terdampak bencana dapat berkurang. Peringatan Harlah NU ke-103 ini sekaligus menegaskan posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang konsisten berperan aktif dalam isu-isu sosial dan kemanusiaan.
beem76 ( melaporkan )


