Kegiatan NU di Karangbanjar Makin Aktif, Warga Semakin Solid
Informasi Tanggal

TANGGAL HARI INI

Sabtu

Wage

Tanggal Masehi

2 Mei 2026

Tanggal Hijriyah

18 Dzulqaidah 1447 H

"Waktu adalah anugerah, gunakan dengan sebaik-baiknya"

Kegiatan NU di Karangbanjar Makin Aktif, Warga Semakin Solid

RW News>>Desa Karangbanjar kembali menunjukkan semangat religius masyarakatnya melalui kegiatan pengajian dalam rangka memperingati Nuzulul Quran yang dilaksanakan di Masjid Al-Ghomdi, Kadus 1, Desa Karangbanjar. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat sore sekitar pukul 15.35 WIB ini diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat.

Pengajian Nuzulul Quran tersebut menjadi momentum istimewa karena diisi dengan pembacaan Al-Qur’an secara khataman oleh para peserta. Tercatat sebanyak 240 orang mengikuti kegiatan khataman Al-Qur’an dengan masing-masing peserta membaca satu juz.

Dengan demikian, dalam satu waktu berhasil dilaksanakan pembacaan Al-Qur’an sebanyak delapan kali khataman. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat tradisi membaca kitab suci di tengah kehidupan sosial masyarakat Desa Karangbanjar.

325 Peserta hadir pada acara yang di gelar
Hari Jumat 16 Ramadhan 1447.H

240 Peserta Membaca Juz dan 50 Jamaah Membaca Surat Al-Ikhlas

Selain pembacaan khataman Al-Qur’an oleh 240 peserta, kegiatan ini juga diikuti oleh sekitar 50 orang jamaah yang secara khusus membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 2000 kali secara bersama-sama.

Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa di dalam Masjid Al-Ghomdi selama kegiatan berlangsung. Partisipasi besar masyarakat menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dalam memakmurkan masjid serta memperingati peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Kehadiran Tokoh Masyarakat dan Pemerintah Desa

Hadir dalam kegiatan tersebut berbagai tokoh masyarakat dan tamu undangan penting, di antaranya Kepala Desa Karangbanjar, Suswanto, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan di wilayahnya.

Selain itu hadir pula tokoh masyarakat serta Sekretaris Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) yang juga merupakan Pengurus Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Kecamatan Bojongsari sekaligus Wakil Ketua II wilayah barat.

Pengurus Fatayat dan Perwakilan
Muslimat Kadus 1.Desa Karangbanjar

Ketua Panitia Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Stakeholder

Ketua panitia kegiatan, Ahmad Slamet Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan pengajian Nuzulul Quran ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, pengurus masjid, tokoh masyarakat, hingga organisasi keagamaan di Desa Karangbanjar.

Ketua Panitia,Takmir Masjid Al'Ghomdi
dan Bendahara MWCNU Bojongsari

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh stakeholder yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya kegiatan Nuzulul Quran di Masjid Al-Ghomdi ini. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Karangbanjar,” ungkap Ahmad Slamet Riyanto.

Mauidhoh Hasanah: Pentingnya Memperbaiki Salat dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengajian Nuzulul Quran tersebut semakin bermakna dengan adanya tausiyah atau mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh K.H. Masruri Masrur, pengasuh Pondok Pesantren As-Syukriyyah Karang Sentul.

Pembelajaran Keutamaan dan Tata Cara Salat

Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya memperbaiki kualitas ibadah salat yang dilakukan setiap hari oleh umat Islam. Menurut beliau, salat bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga sarana pembelajaran spiritual yang harus terus diperbaiki.

Beliau menjelaskan berbagai aspek penting dalam salat, mulai dari keutamaan salat, tata cara yang benar, hal-hal yang dapat membatalkan salat, hingga syarat-syarat sujud yang harus dipahami oleh setiap muslim.

Peringatan Bahaya Sombong dalam Ibadah

Di akhir tausiyahnya, K.H. Masruri Masrur juga mengingatkan pentingnya menjaga hati agar tidak muncul sifat sombong dalam beribadah.

Beliau menjelaskan bahwa seseorang tidak boleh merasa paling baik dalam ibadahnya dibandingkan orang lain. Sebab menurut beliau, penilaian terbaik atau tidaknya ibadah seseorang hanya diketahui oleh Allah SWT.

“Manusia dalam beribadah tidak boleh sombong. Jangan merasa ibadah kita paling baik. Bisa jadi menurut manusia terlihat baik, tetapi di mata Allah belum tentu demikian,” pesan beliau.

Apresiasi Takmir Masjid Al-Ghomdi

Di akhir kegiatan, Takmir Masjid Al-Ghomdi, Darojatun, S.E., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan pengajian Nuzulul Quran tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Desa Karangbanjar memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan Al-Qur’an.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pilot project bagi masyarakat Desa Karangbanjar, khususnya di wilayah Kadus 1, agar semakin banyak masyarakat yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.

H.Hasan Al-Sehan Bersama Team.

Dukungan Fatayat NU untuk Kegiatan Keagamaan

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Ranting Karangbanjar, Leli Sofiah, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyiapkan kegiatan tersebut.

Ia secara khusus mengapresiasi peran ibu-ibu Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU, dan IPPNU yang telah bekerja sama dalam menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan pengajian Nuzulul Quran di Masjid Al-Ghomdi.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi perjuangan dakwah dan penguatan kegiatan keagamaan di masa yang akan datang.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk kegiatan-kegiatan berikutnya, dan semoga peserta khataman Al-Qur’an ke depan semakin banyak serta kualitas bacaan Al-Qur’annya semakin baik,” tutup Leli Sofiah.

BACA JUGA ARTiKEL:
  • ziarah-sunan-gripit-dpd-pani-kabupaten
  • bani-kartaredja-sarniem
  • pelajaran-dasar-ai-memahami-kecerdasan bani-kartaredja-sarniem
  • Kegiatan pengajian Nuzulul Quran ini pun berakhir dengan suasana penuh kebersamaan dan harapan agar tradisi membaca Al-Qur’an terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Desa Karangbanjar.


    Kontributor: Achmad .S

    Jurnalis: Beem76

    Warta Purbalingga

    Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

    Posting Komentar

    Lebih baru Lebih lama