Pasukan Adat Nusantara Indonesia(PANI),Bersama MWC NU dan Muslimat NU Bojongsari Kunjungi Korban Bencana Angin Kencang di Desa Pekalongan
Informasi Tanggal

TANGGAL HARI INI

Sabtu

Wage

Tanggal Masehi

2 Mei 2026

Tanggal Hijriyah

18 Dzulqaidah 1447 H

"Waktu adalah anugerah, gunakan dengan sebaik-baiknya"

Pasukan Adat Nusantara Indonesia(PANI),Bersama MWC NU dan Muslimat NU Bojongsari Kunjungi Korban Bencana Angin Kencang di Desa Pekalongan

Jajaran MWC dan PAC Muslimat


Kunjungan Pasukan Adat Nusantara Indonesia bersama pengurus MWC NU Kecamatan Bojongsari dan Muslimat NU Kecamatan Bojongsari ke Desa Pekalongan menjadi bukti nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat yang terdampak bencana angin kencang. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua MWC NU Kyai Nurul Hidayat dan Ketua PAC Muslimat NU Nyai Nafis tersebut datang langsung ke Dusun 5 untuk melihat kondisi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Suriah MWC NU Kyai Ummi Maktum, Ketua LAZISNU Slamet Riyadi, serta Sekretaris Pasukan Adat Nusantara Indonesia Bambang Purnomo. Kehadiran mereka disambut hangat oleh warga yang saat itu sedang bergotong royong memperbaiki rumah keluarga terdampak. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan moral, tetapi juga memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong masyarakat dalam membantu sesama yang sedang mengalami musibah.

Purbalingga – Kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh berbagai elemen masyarakat. Pasukan Adat Nusantara Indonesia bersama pengurus MWC NU Kecamatan Bojongsari dan Muslimat NU Kecamatan Bojongsari melakukan kunjungan kemanusiaan kepada keluarga yang terdampak bencana angin kencang di Desa Pekalongan, tepatnya di Dusun 5.

Kegiatan tersebut menjadi wujud solidaritas dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang mengalami musibah. Rombongan datang untuk memberikan dukungan moral sekaligus melihat langsung kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kunjungan Solidaritas untuk Korban Bencana

Keluarga Ibu Maniaah Pekalongan 

Rombongan yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari berbagai tokoh dan pengurus organisasi kemasyarakatan. Turut hadir Ketua MWC NU Kecamatan Bojongsari Kyai Nurul Hidayat, Ketua PAC Muslimat NU Nyai Nafis, serta Suriah MWC NU Kyai Ummi Maktum.

Selain itu, hadir pula Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Bapak Slamet Riyadi yang ikut memberikan perhatian terhadap kondisi warga terdampak.

Dari Pasukan Adat Nusantara Indonesia hadir Sekretaris Mani Bambang Purnomo bersama Rombongan yang turut mendampingi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

Kehadiran para tokoh masyarakat dan organisasi tersebut disambut hangat oleh warga Desa Pekalongan ,hadir bapak Kadus RTdan RW,yang merasa terbantu secara moral karena perhatian yang diberikan.

Rumah Terdampak

Gotong Royong Warga Dusun 5 Perbaiki Rumah Terdampak

Saat rombongan tiba di lokasi, suasana kebersamaan tampak begitu kuat di tengah masyarakat. Warga Dusun 5 Desa Pekalongan secara bergotong royong sedang memperbaiki rumah salah satu keluarga yang terdampak bencana angin kencang.

Kerusakan rumah yang cukup signifikan membuat masyarakat sekitar bergerak bersama membantu proses pembangunan kembali rumah tersebut. Mulai dari memperbaiki atap, membersihkan puing-puing, hingga menata kembali bagian rumah yang rusak.

Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan solidaritas masih sangat kuat di tengah masyarakat pedesaan. Warga saling membantu tanpa pamrih demi meringankan beban saudara mereka yang tertimpa musibah.

Dukungan Moral dan Kepedulian Sosial

Dalam kesempatan tersebut, para tokoh yang hadir juga memberikan semangat kepada keluarga terdampak agar tetap sabar dan kuat menghadapi musibah. Mereka berharap perbaikan rumah dapat segera selesai sehingga keluarga tersebut dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman.

Rumah Ibu Maniaah Pekalongan

Sekretaris Pasukan Adat Nusantara Indonesia, Bambang Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi bencana.

“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Semoga bantuan moral dan dukungan dari berbagai pihak dapat meringankan beban keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua MWC NU Kecamatan Bojongsari, Kyai Nurul Hidayat, yang dalam hal ini di wakilkan oleh Ketua Lembaga Lazisnu Bapak H.Slamet Riady mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Ketua Lembaga Lazisnu MWC Bojongsari

Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata kolaborasi antara organisasi keagamaan, sosial, dan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.

Diharapkan melalui kegiatan seperti ini, semangat kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat. Selain itu, solidaritas antar warga dapat terus terjaga sehingga setiap musibah dapat dihadapi bersama dengan penuh kebersamaan.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, proses perbaikan rumah warga terdampak di Dusun 5 Desa Pekalongan diharapkan dapat segera selesai dan keluarga tersebut dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama