Baturaden, Ruang Warta – Menyambut pergantian tahun baru acapkali diidentikkan dengan gemerlap pesta kembang api atau keramaian kota. Namun, suasana berbeda justru dipilih oleh keluarga besar Padepokan Islam Garga Astagina. Mengambil momentum malam pergantian tahun dari 2025 menuju 2026, mereka memilih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui kegiatan spiritual yang khusyuk di tengah keheningan alam.
Sebanyak 54 anggota beserta keluarga besar Asrama Padepokan Islam Garga Astagina menggelar laku meditasi dan tirakat malam di tengah kawasan Hutan Serang, Baturaden, Banyumas pada Selasa malam (31/12/2025). Kegiatan yang berlangsung hingga dini hari Rabu (1/1/2026) ini menjadi ruang refleksi mendalam sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarsesama jemaah dan pengurus padepokan.
Khusyuknya Tirakat di Tengah Keheningan Hutan Serang Baturaden
Kawasan Hutan Serang yang terletak di lereng Gunung Slamet, Baturaden, dikenal memiliki nuansa alami yang sangat pekat. Pada malam hari, kabut tipis dan gemeresik ranting pohon menciptakan atmosfer yang tenang namun penuh kewibawaan spiritual. Di tempat inilah, para peserta mulai memposisikan diri untuk melakukan meditasi bersama sejak pukul 22.00 WIB.
Kegiatan bernuansa sakral ini dipimpin langsung oleh Mbah Macan Kumbang, atau yang akrab dikenal dengan nama Seno Pratama. Selaku komandan sekaligus tokoh sentral di Padepokan Islam Garga Astagina, ia memandu jalannya zikir, wirid, dan meditasi batin.
Menurut Mbah Macan Kumbang, pemilihan lokasi di tengah hutan bukan tanpa alasan. Alam terbuka, terutama hutan yang jauh dari hiruk-pikuk modernitas, memberikan ketenangan optimal bagi jiwa yang ingin melakukan muhasabah (introspeksi diri).
"Pelaksanaan meditasi di tengah hutan ini dimaknai sebagai bentuk tirakat, perenungan diri, serta pendekatan batin kepada Allah SWT. Di tengah keheningan malam yang dikelilingi pepohonan lebat, kita diajak untuk menanggalkan kesombongan duniawi dan menyadari betapa kecilnya manusia di hadapan Sang Khalik," ujar Seno Pratama di sela-sela kegiatan.
Meneguhkan Visi Spiritual dan Kontribusi Sosial Bersama PANI
Selain diisi dengan ritual zikir dan meditasi, momentum kumpul bersama ini juga dimanfaatkan untuk menyatukan visi organisasi ke depan. Hubungan erat antara padepokan dengan Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) turut mewarnai diskusi hangat di tengah api unggun yang menghangatkan suasana malam Baturaden.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris PANI Kabupaten Purbalingga turut hadir dan menyampaikan arah pergerakan organisasi. Ia menegaskan bahwa aspek spiritualitas yang diasah di dalam padepokan tidak boleh berhenti pada kesalehan individu saja, melainkan harus ditransformasikan menjadi kesalehan sosial.
Komitmen Padepokan Islam Garga Astagina ke depan adalah memperkuat kemandirian ekonomi anggota serta aktif memberikan kontribusi sosial yang nyata di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Purbalingga, Banyumas, dan sekitarnya. Karakter jemaah yang tangguh secara batin diharapkan mampu menjadi pelopor kebaikan dan kedamaian di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Pengumuman Wakaf Tanah dan Anggaran Pembangunan Asrama Rp100 Juta
Suasana malam itu berubah menjadi penuh haru dan takzim menjelang penutupan acara yang dijadwalkan pasca-detik-detik pergantian tahun. Guru Besar Padepokan Islam Garga Astagina, Saefudin, atau yang akrab disapa oleh para pencari spiritual dengan panggilan Guru Rizaal, memberikan sambutan pamungkas.
Guru Rizaal menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh anggota, jemaah, dan keluarga besar yang telah meluangkan waktu serta energinya. Mereka dinilai sukses mengikuti seluruh rangkaian laku tirakat dengan penuh ketertiban, kekhusyukan, dan keikhlasan yang tulus.
Namun, kejutan besar yang membawa angin segar bagi perkembangan padepokan justru terjadi setelahnya. Pada momen yang penuh keberkahan tersebut, Guru Rizaal secara resmi mengumumkan proyek besar masa depan padepokan, yakni wakaf tanah beserta site plan (rencana tata letak) pembangunan Asrama Padepokan Islam Garga Astagina yang baru.
Sebagai wujud kesungguhan dan tanggung jawab moralnya dalam membina umat, Guru Rizaal menyatakan kesiapannya untuk mengalokasikan dana awal pribadi sebesar Rp100 juta. Dana stimulan ini dialokasikan khusus guna mendukung percepatan pembangunan fisik asrama tersebut.
"Asrama ini nantinya tidak hanya sekadar menjadi bangunan fisik belaka, melainkan akan diproyeksikan sebagai pusat kegiatan belajar, pemberdayaan, dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. Kita ingin nilai-nilai keimanan, ketauhidan, dan kebersamaan ini terus mengakar kuat," tegas Guru Rizaal dengan nada penuh optimisme.
Harapan Baru di Tahun 2026
Rangkaian acara meditasi dan refleksi akhir tahun ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemakmuran masyarakat lokal, serta kelancaran rencana pembangunan asrama padepokan. Di bawah langit malam Baturaden yang mulai berganti pagi, para jemaah membubarkan diri dengan membawa semangat baru untuk mengarungi tahun 2026.
Melalui kegiatan tirakat alam seperti ini, Padepokan Islam Garga Astagina berhasil membuktikan bahwa pergantian tahun dapat
Kegiatan Malam Tahun Baru di Hutan Serang Baturaden ini menjadi simbol bahwa pergantian tahun tidak selalu dirayakan dengan pesta dan gemerlap, melainkan dapat dimaknai melalui keheningan, doa, dan laku spiritual demi membangun masa depan yang lebih bermakna.

