PURBALINGGA — DPD Partai Golkar Kabupaten Purbalingga menggelar kegiatan Musyawarah Kecamatan sekaligus Pendidikan Politik untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 2 pada hari Minggu, 2 Agustus 2026. Acara berlangsung di Taman Purbasari — Akuarium Hall Center, Purbayasa Kec.Padamara, dihadiri kurang lebih 210 orang perwakilan dari berbagai unsur se-Dapil 2.
Kehadiran Seluruh Pemimpin Wilayah Dapil 2
Kegiatan ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh Kepala Desa dan perwakilan pimpinan desa se-Dapil 2, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purbalingga beserta jajaran pengurus, serta seluruh anggota Fraksi Partai Golkar. Kehadiran para pemimpin wilayah ini menunjukkan kekompakan dan tekad yang kuat untuk memperkuat struktur partai dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa.
Pendidikan Politik: Sejarah dan Amanah Kepemimpinan Purbalingga
Sesi Pendidikan Politik menjadi momen paling berkesan, disampaikan oleh Budayawan Purbalingga, Bapak Agus Sukoco. Dalam pemaparannya yang sarat kearifan lokal, beliau menyampaikan bahwa perjalanan pemerintahan adalah sebuah perulangan dri masa lalu,yang pasti akan terjadi kembali.
Agus Sukoco menyinggung sejarah masa lalu: kekuasaan yang semula berada di tangan Ki Ageng Pemanahan sesungguhnya seharusnya milik Ki Ageng Giring. Ki Ageng Pemanahan memang memiliki kekuatan berbasis kedekatan dengan unsur kerajaan saat itu, namun akhirnya terjadi peralihan karena perebutan kepentingan. Ki Ageng Pemanahan menyerah, dan kepemimpinan pun dipegang oleh Ki Ageng Giring — salah satu murid Sunan Kalijaga.
Ki Ageng Giringlah yang kemudian meneruskan ilmu tata kelola pemerintahan yang pertama di wilayah: Purbalingga melalui sistem Adipati, yang diturunkan secara berkelanjutan hingga menjadi tata pemerintahan Kabupaten Purbalingga yang ada saat ini.
Pesan Utama: Kembalinya Cakra Bumi
Dari sejarah tersebut, disampaikan pesan mendalam: "Sudah saatnya Cakra Bumi kembali kepada Ki ageng Giring." Artinya, saat ini adalah saat yang tepat bagi Partai Golkar — sebagai partai yang reformis, bersahabat, dan dipenuhi orang-orang cendekiawan — untuk kembali memimpin di Purbalingga.
Sebagi guru politik yang dulunya hanya ada 3 partai politik
Atau dulu lebih di KenalTarget yang ditetapkan jelas: memperoleh 12 kursi fraksi bagi Partai Golkar, hingga pada saatnya nanti Golkar dapat mengusung pemimpin terbaik untuk memimpin Kabupaten Purbalingga sendiri. Pesan ini disambut semangat dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
Rencana Lanjutan: Rakda Bulan September
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang akan diteruskan pada bulan September 2026, melalui Rapat Kerja Daerah Partai Golkar Kabupaten Purbalingga. Dalam rapat kerja tersebut akan dibentuk sistem tata kelola kerja yang terstruktur dan berjenjang — mulai dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa.


