![]() |
| Dengan semangat kebersamaan Untuk tegaknya ,kepengurusan Tingkat Ranting |
Penguatan Spiritualitas dan Komitmen Ke-NU-an
Ketua MWCNU Bojongsari, Nurul Hidayat, dalam arahannya menyampaikan bahwa ziarah ke makam para Aulia merupakan tradisi luhur yang sarat nilai sejarah dan spiritualitas. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk meneladani perjuangan para wali dan ulama dalam menyebarkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di Nusantara.
“Ziarah ini bukan hanya perjalanan biasa, tetapi momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen kita dalam berkhidmat kepada NU dan umat,” ungkapnya.
![]() |
| Pembacaan nadzom ,sebelum mujahadah. |
Sinergi Ranting dan Lembaga NU
Dalam diskusi tersebut, para Ketua Ranting menyampaikan kesiapan masing-masing dalam mendukung kelancaran kegiatan. Pembahasan meliputi teknis pemberangkatan, koordinasi rombongan, pembagian tugas, hingga penguatan komunikasi antar-ranting.
Pengurus harian dan lembaga-lembaga NU turut memberikan arahan agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Selain itu, dokumentasi kegiatan juga ditekankan sebagai bagian dari syiar organisasi dan penguatan citra positif NU di tengah masyarakat.
Ziarah sebagai Media Konsolidasi Organisasi
Selain sebagai agenda spiritual, ziarah ini juga menjadi momentum konsolidasi organisasi. Pertemuan tersebut memperlihatkan soliditas kepemimpinan NU di tingkat ranting yang terus bergerak aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
![]() |
| Semoga kegiatan ini bisa berkelanjutan,setiap Tahun. |
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran, keselamatan, dan keberkahan dalam perjalanan. Dengan semangat kebersamaan, 18 Ketua Ranting NU Bojongsari siap melangkah bersama, menjaga tradisi, dan memperkuat barisan dalam bingkai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.


