Pengurus PANI Gelar Musyawarah Kerja dan Siap Deklarasikan Pasukan Adat Nusantara di Pendopo Kabupaten
Informasi Tanggal

TANGGAL HARI INI

Sabtu

Wage

Tanggal Masehi

2 Mei 2026

Tanggal Hijriyah

18 Dzulqaidah 1447 H

"Waktu adalah anugerah, gunakan dengan sebaik-baiknya"

Pengurus PANI Gelar Musyawarah Kerja dan Siap Deklarasikan Pasukan Adat Nusantara di Pendopo Kabupaten

KETUA PANI BESERTA KETUA DEKLARASI DAN PERWAKILAN PEMERHATI WISATA


Purbalingga, 17 Februari 2026 — Pengurus Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Kabupaten Purbalingga menggelar Musyawarah Kerja (Muker) Tahun 2026 dengan mengangkat tema penguatan budaya dan kearifan lokal sebagai pilar persatuan. Kegiatan yang berlangsung di Purbalingga ini juga menjadi momentum persiapan Deklarasi Pasukan Adat Nusantara (PANI) yang direncanakan digelar di Pendopo Kabupaten Purbalingga dalam waktu dekat.

Musyawarah kerja tersebut dihadiri Ketua PANI Kabupaten Purbalingga, H. Mohammad Setiadi, A.Md., jajaran pengurus harian, serta para ketua PANI tingkat kecamatan se-Kabupaten Purbalingga. Sejumlah perwakilan kecamatan tampak hadir dan mengisi daftar hadir, antara lain dari Rembang, Karangmoncol, Karanganyar, Padamara, Bojongsari, Kemangkon, Kalimanah, serta beberapa kecamatan lainnya. Meski demikian, panitia mencatat masih ada beberapa kecamatan yang belum mengisi daftar hadir.Penguatan Budaya dan Kearifan Lokal Jadi Agenda Utama

Dalam sambutannya, Ketua PANI Kabupaten Purbalingga, H. Mohammad Setiadi, A.Md., menegaskan bahwa Musyawarah Kerja 2026 menjadi forum strategis untuk merumuskan arah gerak organisasi dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi.

KETUA PANI H.MOHAMMAD SETIADI,AMd


“PANI hadir sebagai wadah pemersatu elemen masyarakat adat dan pegiat budaya. Melalui musyawarah kerja ini, kita ingin memastikan bahwa nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan menjadi identitas kebanggaan Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program kerja tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta komunitas budaya agar pelestarian adat tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata yang berdampak luas.

Deklarasi Pasukan Adat Nusantara di Pendopo Kabupaten

Salah satu agenda penting yang dibahas dalam musyawarah kerja tersebut adalah rencana Deklarasi Pasukan Adat Nusantara (PANI) yang akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Purbalingga. Deklarasi ini diharapkan menjadi tonggak penguatan eksistensi PANI sebagai organisasi yang berkomitmen menjaga adat, budaya, dan persatuan bangsa.

Ketua Pelaksana Deklarasi, Zaenal Mutaqin dari Tunjungmuli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya musyawarah kerja dan persiapan deklarasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung kegiatan pada hari Selasa, 17 Februari 2026 ini. Dukungan ini menjadi semangat bagi kami untuk menyukseskan deklarasi PANI di Pendopo Kabupaten,” ungkapnya.

Kehadiran Tokoh dan Elemen Masyarakat

Musyawarah kerja tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan elemen masyarakat yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan di Purbalingga. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah PANI Wilayah Purbalingga, Bambang Purnomo, yang turut memberikan pandangan terkait penguatan struktur organisasi dan konsolidasi internal.

Selain itu, turut hadir Pengasuh Majelis Mujahadah Al’Asmaul Khusna, Abah Giyono, yang memberikan pesan spiritual dan motivasi kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, Abah Giyono menyampaikan ucapan “Marhaban ya Ramadhan” kepada seluruh jajaran pengurus dan peserta rapat kerja.

“Semoga Allah memberikan kesehatan kepada seluruh pengurus dari awal puasa hingga selesai. Mari kita jadikan momentum Ramadhan sebagai sarana memperkuat ukhuwah dan semangat pengabdian,” tuturnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri pemerhati budaya Setiaji, penggerak wisata Kabupaten Purbalingga Hendri Susanto dari Sirau, serta sejumlah relawan kebencanaan yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sinergi Budaya dan Pariwisata

Dalam forum diskusi, Hendri Susanto menyoroti pentingnya sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata daerah. Menurutnya, kekayaan adat dan tradisi di Purbalingga memiliki potensi besar untuk dikemas sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.

“Budaya dan adat bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga aset ekonomi jika dikelola dengan baik. Dengan kolaborasi yang solid, kita bisa mengangkat potensi desa dan kecamatan menjadi destinasi wisata budaya yang membanggakan,” ujarnya.

Pemerhati budaya Setiaji menambahkan bahwa penguatan identitas lokal harus dilakukan melalui pendidikan dan keterlibatan generasi muda. Ia mendorong agar PANI aktif mengadakan kegiatan edukatif, seperti pelatihan seni tradisi, diskusi budaya, dan festival adat yang melibatkan pelajar dan pemuda.

SRIKANDI-SRIKANDI PANI


Komitmen Bersama Menjaga Persatuan

Musyawarah Kerja PANI Tahun 2026 diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antar-kecamatan serta memperluas partisipasi anggota.

Pengurus berharap kecamatan yang belum hadir dapat segera berkoordinasi dan bergabung dalam rangkaian persiapan deklarasi.

Dengan terselenggaranya musyawarah kerja ini, PANI Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga budaya dan kearifan lokal, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di tingkat daerah maupun nasional.

Rencana deklarasi di Pendopo Kabupaten diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga langkah konkret dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya adat sebagai fondasi karakter bangsa. Seluruh pengurus dan peserta rapat kerja pun optimistis, melalui kerja sama dan dukungan berbagai pihak, PANI akan semakin solid dan berperan aktif dalam pembangunan budaya di Kabupaten Purbalingga.




JURNALIS WARTA PURBALINGGA>>SUKIMAN


Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama