WARTA PURBALINGGA

Portal Berita Terkini Purbalingga dan Sekitarnya

Pesona Budaya di Lereng Gunung: Festival Gunung Slamet ke-9 Resmi Dibuka, Jadi Etalase Desa Wisata Purbalingga

Dipublikasikan: Sabtu, 4 Juli 2026 | Kategori: Pariwisata & Budaya

PURBALINGGA – Pariwisata di Kabupaten Purbalingga kembali menggeliat dengan megah. Gelaran tahunan yang dinanti-nanti, Festival Gunung Slamet (FGS) ke-9, secara resmi dibuka pada Jumat, 3 Juli 2026. Berpusat di kawasan rest area Lembah Asri Serang (D'Las), Desa Serang, Kecamatan Karangreja, festival budaya ini dijadwalkan berlangsung meriah hingga hari Minggu, 5 Juli 2026.

Menjadi salah satu agenda prestisius yang masuk dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN), FGS tahun ini tidak sekadar menjadi ajang hura-hura penarik wisatawan. Lebih dari itu, festival ini menjelma sebagai etalase hidup yang memamerkan seluruh potensi terpendam, kreativitas produk lokal, serta kekayaan tradisi yang tersebar di berbagai pelosok desa wisata di Purbalingga.

Jajaran Pejabat dan Panitia FGS 2026 di Atas Panggung Megah Berlatar Bambu - Referensi

Geliat Ekonomi Kreatif: 13 Desa Wisata Unjuk Gigi

Suasana semarak langsung terasa sejak hari pertama pembukaan. Sebanyak 13 desa wisata andalan Kabupaten Purbalingga turut berpartisipasi aktif dengan mendirikan stan-stan pameran khusus. Di sinilah para pengunjung dimanjakan dengan beragam paket perjalanan wisata menarik, hasil kerajinan tangan yang estetis, suguhan kuliner tradisional khas Banyumasan, hingga produk tani unggulan daerah.

Bagi para pencinta kopi, festival ini merupakan surga kecil. Para petani kopi lokal Purbalingga hadir langsung untuk memperkenalkan dan menyajikan kopi hasil bumi lereng Gunung Slamet yang memiliki karakteristik rasa unik dan kuat, menjadikannya salah satu produk komoditas yang paling diminati sepanjang acara.

Kunjungan Stan oleh Pejabat Guna Meninjau Produk Lokal - Referensi

Menelisik Keunikan Madu Liar Desa Wisata Panusupan

Di antara belasan stan yang memadati area pameran, daya tarik mencolok diperlihatkan oleh stan milik Desa Wisata Panusupan yang terletak di Kecamatan Rembang. Desa ini memboyong deretan produk UMKM premium mulai dari olahan cimplung yang manis, gula aren asli, gula kelapa murni, hingga Virgin Coconut Oil (VCO).

Namun, yang paling memikat perhatian pengunjung adalah produk madu hutan aslinya. Leni, selaku Sekretaris Pokdarwis Desa Panusupan, membeberkan rahasia keistimewaan madu mereka.

"Madu yang kami pamerkan ini dipanen langsung dari sarang lebah liar di hutan. Lebah-lebah tersebut menghisap nektar dari bunga-bunga alami yang tumbuh bebas, salah satunya adalah nektar bunga kaliandra yang memberikan cita rasa dan khasiat khas," jelas Leni hangat.

Tidak hanya menyuguhkan produk fisik, Desa Panusupan juga mempromosikan petualangan alam terbuka yang menantang adrenalin. Mereka menawarkan paket destinasi eksotis seperti Susur Sungai Kaliarus, keindahan Curug Kalikarang, wisata religi Curug Pesantren, hingga petualangan menjelajah lebatnya hutan tropis.

Bagi pelancong luar daerah yang tertarik berkunjung tetapi takut tersesat, pengelola wisata Panusupan menjamin pelayanan prima. "Masyarakat tidak perlu khawatir. Jika bingung mencari lokasi, hubungi saja kontak pengelola. Kami siap menjemput wisatawan langsung dari pertigaan Rajawana demi kemudahan perjalanan," tambah Leni memberikan solusi praktis. Guna informasi terkini, wisatawan dapat mengintip akun media sosial resmi mereka di Instagram @dwipa_... dan TikTok @dwipa.official6.

Penampilan Tari Tradisional Menggunakan Properti Bambu dan Caping -

Edukasi Pariwisata & Ragam Atraksi Seni yang Memukau

Rangkaian hari pertama Festival Gunung Slamet ke-9 kian berbobot dengan diselenggarakannya Sarasehan Kepariwisataan. Agenda edukatif ini dihadiri oleh perwakilan dari 32 desa wisata se-Kabupaten Purbalingga, dengan menghadirkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Provinsi Jawa Tengah serta praktisi pariwisata kenamaan, Arsy Widianto, sebagai narasumber utama untuk merumuskan strategi jitu agar desa wisata mampu berdaya saing global.

Atraksi Seni Tradisional Memukau dengan Kostum Etnik dan Topeng - Referensi

Menjelang sore hingga malam, panggung utama diguncang oleh pementasan seni tradisional yang memukau mata. Mulai dari tarian tradisional yang dibawakan anggun oleh para pemudi setempat, atraksi teatrikal dengan kostum etnik yang eksentrik, hingga pertunjukan wayang kulit yang dimainkan secara apik oleh dalang muda berbakat.

Dalang Muda siap Pentas menyusun lakon dari wayangan.

Simbol Kebangkitan Ekonomi Pasca-Bencana

Apresiasi mendalam disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani. Beliau berharap FGS ke-9 mampu berjalan lancar sekaligus membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas, khususnya dalam memulihkan sektor pariwisata pasca-tantangan alam beberapa waktu lalu.

"Kami sangat bangga karena festival ini menjadi penanda kuat bahwa Desa Serang dan wilayah sekitarnya mampu bangkit kembali setelah sempat menghadapi ujian bencana alam. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat sehingga mereka kembali bersemangat menjalani kehidupan ke depan," ungkap Wakil Bupati optimis.
[FOTO ATAS: Barista Lokal Memperkenalkan Kopi Khas Purbalingga - Referensi: Screenshot_2026-07-04-16-08-16-560_com.android.chrome.jpg]
[FOTO BAWAH: Produk Minuman Herbal dan Jamu Tradisional UMKM - Referensi: Screenshot_2026-07-04-16-08-16-560_com.android.chrome.jpg]

Pemerintah Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi serta memfasilitasi masyarakat dalam memajukan pariwisata berbasis potensi lokal. Kolaborasi erat yang terjalin harmonis antara pemerintah, pelaku wisata, pegiat UMKM, seniman, dan warga lokal diyakini menjadi kunci utama melonjaknya angka kunjungan wisatawan sekaligus membuka lapangan usaha baru yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Purbalingga.

Ekspresi Anggun Penari Tradisional dalam Balutan Busana Putih - Referensi

Sumber Berita: WartaPurbalinggaku.com (beem76) | Editor SEO: Tim Redaksi(Safrida Heraningtyas

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama