![]() |
| Kegiatan Syukuran Di Kadus 3 |
Purbalingga – Menjalankan perintah agama dan menumbuhkan rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat, Jamaah Nurul Iman Kadus 3 yang dipimpin oleh Bapak Ari Widianto sukses menyelenggarakan kegiatan pemberian santunan bagi sejumlah anak yatim piatu. Kegiatan yang meliputi wilayah RT 17, RT 18, dan RT 19 ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di kediaman Bapak Ari Widianto, tepatnya di RT 17 / RW 07.
Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 120 orang jamaah ini turut diisi dengan kajian agama yang dibawakan oleh Ustadz Dedi Abu Yusuf serta bekerja sama dengan Majlis Al Ahyar sebagai mitra penyelenggara. Suasana kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara, di mana seluruh hadirin berkumpul dengan satu niat yang sama, yaitu berbagi kebahagiaan, meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga di lingkungan sekitar.
Pimpinan Jamaah Nurul Iman, Bapak Ari Widianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan bentuk nyata pengamalan ajaran agama Islam yang memerintahkan umatnya untuk menyayangi dan memperhatikan nasib anak-anak yatim. Beliau menegaskan bahwa tanggung jawab terhadap anak yatim tidak hanya berada di pundak keluarga terdekat, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat di lingkungan tempat mereka tinggal.
“Anak-anak yatim adalah amanah yang Allah titipkan kepada kita semua. Ketika kita hadir, menyayangi, dan memenuhi kebutuhan mereka, sesungguhnya kita sedang membuka pintu kebaikan yang luas bagi diri kita sendiri. Kegiatan ini kami harapkan dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu peka terhadap kondisi sesama, berbagi rezeki yang telah Allah berikan, serta menjadikan kepedulian sebagai budaya hidup sehari-hari,” ujar Ari Widianto di hadapan para jamaah yang hadir.
![]() |
| Di Hadiri oleh warga RT17/18/19 |
Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Dedi Abu Yusuf menyampaikan materi kajian yang menyentuh hati mengenai keutamaan menyantuni dan menyayangi anak yatim. Beliau mengutip sebuah hadis yang sangat masyhur dan penuh makna, yang menjelaskan kedudukan orang-orang yang menyayangi anak yatim di sisi Allah SWT:
“Orang yang memelihara anak yatim di antara orang-orang mukmin, memberinya makan dan minum, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.”
(HR. Tirmidzi)
Lebih lanjut, Ustadz Dedi Abu Yusuf juga menyampaikan hadis yang menjadi inti dari tema kegiatan kali ini, yaitu mengenai keutamaan berinteraksi dengan anak yatim sebagai jalan menuju kebahagiaan di akhirat kelak:
“Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini.” Kemudian beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu merenggangkan keduanya sedikit.”
(HR. Bukhari)
Beliau menjelaskan bahwa posisi yang berdampingan dengan Rasulullah SAW di surga itu diibaratkan sebagai berada di antara taman-taman surga. Menyantuni, mengasihi, dan mendidik anak yatim dengan baik adalah salah satu amal shalih yang dapat mengantarkan pelakunya meraih kedudukan istimewa tersebut. Taman-taman surga yang dimaksud adalah tempat yang penuh kenikmatan, ketenangan, dan kebahagiaan abadi yang disediakan Allah bagi hamba-Nya yang beriman dan berbuat baik kepada sesama, khususnya kepada mereka yang lemah dan membutuhkan perlindungan.
“Ketika kita menyentuh kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, memberikan perhatian, dan memenuhi hak-hak mereka, maka sesungguhnya kita sedang melangkah menuju taman-taman surga tersebut. Setiap usapan kasih, setiap senyum yang kita berikan, dan setiap bantuan yang kita salurkan akan menjadi cahaya bagi kita di hari kiamat dan bekal berharga untuk menempati kedudukan yang mulia bersama Rasulullah SAW,” jelas Ustadz Dedi.
Kegiatan berlangsung lancar dengan susunan acara yang meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, penyampaian kajian, hingga penyerahan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu yang hadir. Wajah ceria dan senyum bahagia tampak jelas terpancar dari adik-adik penerima santunan, yang menjadi bukti nyata bahwa berbagi tidak akan pernah mengurangi harta, justru melipatgandakan keberkahan dan ketenangan hati bagi pemberinya.
Selain bantuan materi yang diberikan, jamaah juga berharap dapat memberikan dukungan moril dan semangat belajar kepada anak-anak tersebut agar kelak mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Majlis Al Ahyar yang turut berperan serta dalam kegiatan ini juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah dan warga yang telah menyisihkan sebagian rezekinya demi terselenggaranya acara ini.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini diterima sebagai amal ibadah yang lurus di sisi Allah SWT. Semoga keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah kita, dan semoga kita semua termasuk golongan yang kelak dipersatukan dengan Rasulullah SAW di surga-Nya yang penuh kenikmatan, di antara taman-taman yang indah dan menyejukkan hati,” tambah salah satu perwakilan Majlis Al Ahyar.
Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama agar seluruh kebaikan yang telah dilakukan menjadi wasilah kebaikan bagi semua pihak, serta diharapkan dapat memotivasi warga lainnya untuk semakin giat dalam berbagi dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Jamaah Nurul Iman Kadus 3 juga berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program sosial serupa secara berkelanjutan, guna mewujudkan masyarakat yang harmonis, saling tolong-menolong, dan penuh kasih sayang sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pesan moral tentang pentingnya menyayangi anak yatim dapat terus tersebar luas, sehingga semakin banyak tangan yang tergerak untuk membantu, dan semakin banyak hati yang merasakan manfaatnya. Sebagaimana janji Allah dan sabda Rasul-Nya, kebaikan yang kita tanam hari ini, kelak akan kita petik hasilnya di akhirat sebagai tiket menuju surga-Nya yang penuh keindahan dan kenikmatan abadi.



