HOME PANI PRIMBON 2026 AKSARA JAWA DOWNLOAD APP ASIA BERITA BENCANA WISATA AGAMA PURBALINGGA DAERAH REDAKSI SITEMAP
✨ Pendaftaran Dibuka 2026/2027

SPMB SDN 1 KARANGBANJAR

Sekolah Tepat Untuk Generasi Emas

Akhlak Utama, Prestasi Pertama, Karangbanjar Juara. Ayo bergabung bersama sekolah berprestasi dengan kegiatan seni, akademik, dan karakter terbaik.

SPMB SDN 1 Karangbanjar

Budayawan Agus Sukoco Sampaikan Filosofi Tiga Dimensi dalam Evaluasi PANI Purbalingga

Suasana Rapat Bersama Pak Ketua Dan DPW serta
Budayawan Purbalingga.
  • Rapat evaluasi di babakan
  • NEWS UPDATE PAGI style="text-align: left;">
    Warta Purbalingga • Senin, 18 Mei 2026 • 08.00 – 10.15 WIB

    PURBALINGGA Sebuah pandangan reflektif mengenai filosofi kebersamaan dalam organisasi disampaikan budayawan Agus Sukoco, yang dikenal sebagai murid budayawan nasional Emha Ainun Najib, dalam rapat evaluasi Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) Kabupaten Purbalingga di Joglo Babakan RT 17 RW 5, Senin (18/5/2026).

    Rapat evaluasi yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 10.15 WIB tersebut dihadiri sejumlah unsur pengurus PANI, termasuk RB Suryo Mertakusuma selaku DPW PANI Jawa Tengah, Muhammad Setiadi AMD selaku DPD 2 PANI Kabupaten Purbalingga, unsur sekretariat, Bambang Purnomo, bidang kebudayaan dan seni, Puji Ratmoko, serta bagian mediasi, Sukiman.

    Dalam forum evaluasi tersebut, Agus Sukoco menyampaikan pemikiran mengenai “tiga dimensi” sebagai bentuk penguatan semangat organisasi dan kebersamaan. Gagasan tersebut disebut menjadi salah satu materi refleksi penting untuk mendukung para pengurus maupun anggota yang belum sempat hadir dalam rapat evaluasi pagi itu.

    Penyampaian filosofi tersebut dinilai penting karena bukan hanya berbicara tentang struktur organisasi, tetapi juga tentang bagaimana hubungan emosional, niat, hingga kebebasan berpikir dapat tumbuh dalam satu rumah besar perjuangan bernama PANI.

    Makna Filosofi Tiga Dimensi dalam PANI

    Dalam penjelasannya, Agus Sukoco membagi filosofi organisasi ke dalam tiga dimensi yang diibaratkan sebagai sebuah rumah. Perumpamaan ini menjadi bahasa sederhana agar mudah dipahami seluruh pengurus maupun anggota.

    1. Dimensi Teras: Awal Pengenalan dan Penerimaan

    Dimensi pertama diibaratkan sebagai teras rumah. Dalam pandangan tersebut, seseorang yang datang ke sebuah rumah tetap harus memperoleh izin dari pemilik rumah. Ketika diizinkan duduk, berbincang, bahkan menikmati suasana di teras, maka orang tersebut telah diterima dalam lingkar komunikasi awal.

    “Ketika ada yang bertanya rumah siapa ini, maka jawabannya adalah rumah Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI),” menjadi ilustrasi yang disampaikan dalam forum evaluasi.

    Melalui filosofi teras ini, PANI dipandang sebagai ruang terbuka yang memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk mengenal nilai perjuangan organisasi, selama tetap menjaga etika, rasa hormat, dan niat baik.

    2. Dimensi Masuk Rumah: Kesamaan Frekuensi dan Tujuan

    Pada dimensi kedua, Agus Sukoco menggambarkan bahwa tidak semua orang cukup berada di teras. Ada fase di mana seseorang mulai dapat masuk ke dalam rumah karena memiliki frekuensi, niat, dan tujuan yang sama.

    Dalam forum evaluasi tersebut dijelaskan bahwa setiap individu yang hadir di organisasi tentu berasal dari latar belakang masa lalu yang berbeda-beda. Namun, perbedaan itu tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun visi bersama.

    Refleksi Organisasi:
    “Diakui atau tidak, kita berasal dari masa lalu yang berbeda secara jasad dan pengalaman. Namun kebersamaan lahir ketika tujuan perjuangan menjadi sama.”

    Pandangan tersebut juga dihubungkan dengan refleksi mengenai hubungan manusia dari sisi biologis dan historis, yang menurut penyampaian dalam rapat menjadi simbol bahwa manusia memiliki keterhubungan lintas generasi dan pengalaman.

    3. Dimensi Kebebasan dalam Rumah

    Dimensi ketiga menjadi bagian yang paling mendalam. Setelah seseorang diterima masuk ke rumah karena kesamaan tujuan, maka lahirlah ruang kebebasan di dalam rumah tersebut.

    Kebebasan yang dimaksud bukan tanpa batas, melainkan kebebasan untuk menyampaikan gagasan, pendapat, maupun kontribusi selama tetap menjaga semangat persaudaraan dan arah perjuangan bersama.

    Dalam konteks organisasi, ruang kebebasan menjadi penting agar seluruh unsur pengurus tidak merasa dibatasi untuk memberikan ide-ide terbaik demi perkembangan organisasi ke depan.

    Evaluasi sebagai Penguat Solidaritas Organisasi

    Rapat evaluasi di Joglo Babakan tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi administratif, melainkan juga sarana penguatan semangat kebersamaan antar unsur PANI Kabupaten Purbalingga.

    Kehadiran tokoh-tokoh pengurus dari berbagai bidang menunjukkan bahwa evaluasi bukan sekadar membahas agenda organisasi, melainkan membangun kesepahaman dalam menjaga arah perjuangan bersama.

    Menjadi Penyemangat bagi Pengurus yang Belum Hadir

    Penyampaian filosofi tiga dimensi oleh Agus Sukoco juga dimaksudkan sebagai bentuk dukungan moral bagi rekan-rekan pengurus yang pada pagi hari tersebut belum sempat mengikuti rapat evaluasi.

    Diharapkan, hasil evaluasi yang lahir dari forum tersebut dapat tetap tersampaikan kepada seluruh unsur organisasi, sehingga semangat kebersamaan, kekeluargaan, serta rasa memiliki terhadap rumah besar PANI tetap terjaga.

    Rapat evaluasi di babakan NEWS UPDATE PAGI Warta Purbalingga • Senin, 18 Mei 2026 • 08.00 – 10.15 WIB

    Warta Purbalingga | News Update Pagi – Dinamika Organisasi, Budaya dan Kebangsaan.

    Warta Purbalingga

    Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

    Posting Komentar

    Lebih baru Lebih lama