WARTA PURBALINGGA

Portal Berita Terkini Purbalingga dan Sekitarnya

HOME PANI PRIMBON 2026 BERITA BENCANA WISATA AGAMA PURBALINGGA DAERAH

Workshop AI dan Canva di Tambaksogra: Mengajak Generasi Muda Menguasai Teknologi Digital Lewat Konten Video

Siap Maju Dengan Workshop
Digitalisasi.

Di tengah pesatnya arus modernisasi, bagaimana cara generasi muda kita memanfaatkan teknologi agar tidak sekadar menjadi penonton pasif? Menjawab tantangan tersebut, sejumlah mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Informatika Universitas Telkom Purwokerto sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Workshop Pemanfaatan AI dengan Canva dalam Editing Video” pada tanggal 3, 10, dan 17 Mei 2026 kemarin. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan secara tatap muka di Rumah Literasi Desa Tambaksogra dengan menyasar para siswa SMP di lingkungan sekitar sebagai peserta utama. Langkah nyata ini diambil untuk mendongkrak literasi digital remaja desa, sekaligus menjadi pemantik bagi generasi muda agar lebih berani, kreatif, dan ikut serta mengambil peran aktif dalam menguasai teknologi digital demi masa depan yang lebih cemerlang.


Tantangan Keterampilan Multimedia di Tingkat Sekolah

Saat ini, kebutuhan terhadap konten multimedia di dunia pendidikan terus meningkat secara signifikan. Para siswa tidak lagi hanya dihadapkan pada tugas-tugas konvensional berbasis kertas, melainkan juga tugas berbasis digital seperti pembuatan presentasi video, dokumentasi kegiatan belajar, hingga proyek kreativitas visual.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya sebuah kesenjangan yang cukup nyata. Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat sasaran di Desa Tambaksogra adalah masih sangat terbatasnya keterampilan para siswa dalam membuat dan mengedit video secara mandiri. Banyak di antara mereka yang belum familier dengan perangkat lunak penyuntingan video yang ramah pengguna, sehingga potensi kreativitas digital mereka menjadi terhambat.

Catatan Redaksi: Keterbatasan akses terhadap pelatihan teknologi yang terstruktur sering kali menjadi penyebab utama rendahnya literasi digital di wilayah pedesaan.

Pengenalan Edukasi Digital


Integrasi Canva dan Fitur AI Sebagai Solusi Praktis

Melihat urgensi tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Telkom Purwokerto hadir membawa solusi segar dan aplikatif. Mereka menawarkan pelatihan pemanfaatan platform Canva yang dikombinasikan dengan fitur kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Canva dipilih karena memiliki antarmuka yang intuitif, ringan, dan menyediakan ekosistem berbasis cloud yang sangat cocok untuk pemula.

Baca Artikel Ini

    kdmp-toyareja-bersinergi-dengan-telkom
    bazar-kdmp-toyareja-disambut-antusias

Metode pelaksanaan yang diterapkan dalam program Informatika untuk Masyarakat ini adalah pelatihan partisipatif. Pendekatan ini memastikan bahwa peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori, tetapi terlibat aktif melalui lima tahapan utama:

  • Penyampaian materi secara interaktif.
  • Demonstrasi langsung (live-demo) oleh mentor.
  • Praktik mandiri terbimbing di tempat.
  • Sesi diskusi dan tanya jawab interaktif.
  • Evaluasi komprehensif di akhir program.

Agenda Workshop: Tiga Langkah Menuju Mahir

Agar penyerapan materi berlangsung optimal dan tidak tumpang tindih, rangkaian workshop ini sengaja dirancang ke dalam tiga kali pertemuan terpisah selama bulan Mei 2026:

Pertemuan Pertama: Pengenalan Ekosistem dan Fitur AI

Pada sesi pembuka ini, para siswa SMP diperkenalkan dengan ekosistem dasar Canva. Materi dimulai dari cara melakukan registrasi atau membuat akun secara mandiri, mengenali navigasi antarmuka (user interface), hingga mengeksplorasi fitur-fitur mutakhir berbasis kecerdasan buatan. Beberapa fitur masa kini yang dipelajari antara lain Magic Write untuk pembuatan teks otomatis, AI Image Generator untuk mengubah teks menjadi gambar, serta Beat Sync untuk menyelaraskan visual secara otomatis.

Dengan serius Peserta Mengikuti
Pelajaran Management Digital


Pertemuan Kedua: Praktik Produksi dan Editing Video

Memasuki minggu kedua, intensitas kegiatan beralih penuh ke ranah teknis atau praktik langsung. Peserta diajarkan bagaimana cara memilih format video yang sesuai dengan kebutuhan tugas sekolah, menambahkan aset media eksternal, melakukan pemotongan klip, mengekstrak audio dari video lain, hingga memaksimalkan fitur sinkronisasi birama agar transisi visual seirama dengan ketukan musik latar.

Pertemuan Tercinta (Ketiga): Finishing, Presentasi, dan Evaluasi

Pada pertemuan pemungkas, fokus dialihkan pada tahap penyempurnaan (finishing) karya video masing-masing peserta. Setelah video dirasa matang, para siswa diberikan panggung untuk mempresentasikan hasil karya digital mereka di depan rekan-rekan sejawat. Sesi ini ditutup dengan pengisian kuesioner evaluasi serta pembagian keseruan melalui sesi permainan (ice breaking) guna mencairkan suasana.


ice breaking
Agar suasana tidak terlalu Jenuh.


Pencapaian Positif dan Keberlanjutan Program

Dampak positif dari pelaksanaan workshop ini terlihat sangat nyata. Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, para peserta kini mampu memahami dasar-dasar penggunaan Canva dan mulai percaya diri untuk memproduksi video pendek sederhana secara mandiri tanpa ketergantungan penuh pada orang lain.

Data kuantitatif yang dihimpun melalui kuesioner Google Form memperkuat keberhasilan program ini dengan statistik sebagai berikut:

Indikator Penilaian Persentase Kepuasan
Tingkat Kepuasan terhadap 5 Aspek Utama Kegiatan 83,3%
Persentase Kepuasan Keseluruhan (12 Pertanyaan Evaluasi) 86,1%

Selain angka kepuasan yang tinggi, tanggapan kualitatif dari para siswa juga sangat antusias. Sesi praktik langsung, eksplorasi teknologi AI, serta selingan ice breaking menjadi bagian yang paling favorit dan dinilai menyegarkan proses belajar.

Sebagai bukti nyata dari akuntabilitas akademik, luaran (output) dari pengabdian ini tidak hanya berhenti pada pelaksanaan acara. Tim mahasiswa telah menyiapkan aset berupa materi pelatihan, rekaman video dokumentasi, publikasi media, serta modul pembelajaran terstruktur yang kini sedang disiapkan dokumennya untuk diajukan sebagai luaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa hak cipta.

Melalui sinergi antara akademisi dan komunitas lokal ini, diharapkan program penguatan literasi digital di Rumah Literasi Desa Tambaksogra dapat terus berjalan secara konsisten, mandiri, dan berkelanjutan demi melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap laju teknologi global.




Jurnalis:Purwanti

Wartapurbalinggaku.com

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama