PURBALINGGA – Deklarasi Pasukan Adat Nusantara Indonesia (PANI) sekaligus sarasehan budaya bertajuk “Menggali Jati Diri Masyarakat Adat Purbalingga” berlangsung meriah di Pendopo Cahyana atau Pendopo Wakil Bupati Purbalingga pada Sabtu malam. Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai pukul 22.20 WIB tersebut dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat budaya, tokoh adat, pemerhati budaya, pelaku seni, hingga unsur pemerintahan. Hadir pula seluruh camat se-Kabupaten Purbalingga, perwakilan tokoh budaya dari 18 kecamatan, lembaga swadaya masyarakat, paranormal, dukun rias, pelaku seni perdagangan budaya, serta 10 dalang kondang Kabupaten Purbalingga. Acara ini digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga identitas budaya dan memperkuat jati diri masyarakat adat di Kabupaten Purbalingga.
Budaya Menjadi Ruh Perjalanan Daerah
Wakil Bupati Purbalingga, Bapak Dimas Prasetya Hani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan Pasukan Adat Nusantara Indonesia menjadi salah satu ruh perjalanan budaya yang mampu membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga adat dan tradisi lokal.
Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik semata, namun juga bagaimana masyarakat mampu menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh leluhur. Ia berharap kegiatan seperti ini mampu menjadi ruang silaturahmi sekaligus media bertukar gagasan antar pelaku budaya di Kabupaten Purbalingga.
Sarasehan Budaya Hadirkan Tiga Narasumber
Dalam acara sarasehan budaya tersebut, panitia menghadirkan tiga narasumber yang memiliki latar belakang berbeda namun saling melengkapi dalam membahas persoalan budaya dan identitas masyarakat adat. Narasumber pertama yaitu budayawan Purbalingga, Agus Sukoco, yang menyampaikan pentingnya pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Banyumasan.
Agus Sukoco menjelaskan bahwa budaya lokal harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman. Menurutnya, tradisi bukan hanya sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga pedoman moral dan sosial dalam kehidupan masyarakat.
Perspektif Hukum dan Pendidikan Kebudayaan
Narasumber kedua, praktisi hukum Dr. Endang Yulianti,SH.MH. menyoroti pentingnya perlindungan hukum terhadap keberadaan masyarakat adat dan budaya lokal. Ia menilai bahwa masyarakat adat memiliki hak yang perlu dijaga keberlangsungannya melalui regulasi dan dukungan pemerintah daerah.
Sementara itu, dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga yang diwakili oleh Bapak Wasis menyampaikan bahwa dunia pendidikan memiliki peran besar dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah. Pendidikan budaya di sekolah dinilai penting untuk memperkuat karakter generasi muda sekaligus mengenalkan kekayaan tradisi daerah sejak dini.
Dihadiri Berbagai Unsur Budaya dan Pelaku Seni
Acara deklarasi dan sarasehan tersebut berlangsung penuh keakraban. Kehadiran para dalang kondang dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga menambah suasana semakin hidup dan sarat nuansa budaya Jawa. Selain itu, para pemerhati budaya, komunitas adat, hingga pelaku seni tradisional tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan hingga selesai.
Para peserta yang hadir juga diberikan kesempatan berdialog langsung dengan para narasumber mengenai tantangan pelestarian budaya di tengah modernisasi. Berbagai masukan dan gagasan disampaikan demi menjaga identitas budaya Purbalingga agar tetap lestari dan mampu berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan nilai aslinya.
Harapan untuk Masa Depan Budaya Purbalingga
Melalui deklarasi Pasukan Adat Nusantara Indonesia dan sarasehan budaya tersebut, diharapkan lahir sinergi yang kuat antara pemerintah, tokoh adat, pelaku budaya, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah. Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan antar komunitas budaya di Kabupaten Purbalingga.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Purbalingga masih memiliki kepedulian tinggi terhadap adat dan budaya lokal. Dengan dukungan semua pihak, budaya Purbalingga diharapkan terus tumbuh, berkembang, dan menjadi identitas yang membanggakan bagi generasi mendatang.






