![]() |
| Sumber ,ai |
Perayaan Harlah NU ini menjadi kesempatan penting untuk mempererat ukhuwah, memperkuat komitmen jam’iyyah, dan menegaskan kembali dedikasi NU dalam bidang keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan. Selain sekadar acara seremonial, MWC NU Bojongsari juga akan menghadirkan tindakan nyata berupa kepedulian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Panitia Harlah NU ke-103 MWC NU Bojongsari ..Ust.Bambang Purnomo (Alumi Pondok pesantren Darul Hidayah Jepara),mengungkapkan bahwa seluruh unsur kepengurusan NU, termasuk Mustasyar, Syuriyah, dan Tanfidziyah, diharapkan hadir. Badan Otonom (Banom) NU lainnya, seperti Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Banser, Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH), IPNU, dan IPPNU juga diharapkan berpartisipasi aktif.
“Perayaan Harlah NU ke-103 ini kami maksudkan sebagai ajang konsolidasi dan silaturahmi bagi seluruh elemen NU di Bojongsari. Kami berharap seluruh pengurus, ranting, banom, dan warga NU dapat hadir untuk bersama-sama mensukseskan acara ini,” katanya.
Dalam rangkaian acara Harlah ke-103, MWC NU Bojongsari akan melaksanakan santunan bagi anak yatim dan piatu, memberikan tali asih kepada lansia, serta menggelar tasyakuran Harlah di tingkat MWC NU Bojongsari. Kegiatan santunan ini adalah wujud nyata kepedulian NU terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“NU selalu hadir untuk umat dan bangsa. Dengan santunan bagi anak yatim, piatu, dan tali asih untuk lansia, kami ingin menekankan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial tetap menjadi inti gerakan NU,” tambahnya.
Panitia juga mengimbau seluruh peserta untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan identitas Banom mereka atau menggunakan pakaian putih sebagai simbol kesederhanaan dan persatuan, untuk menambah kekhidmatan acara.
MWC NU Bojongsari mengajak semua pihak, baik warga NU maupun masyarakat umum, untuk berpartisipasi sebagai donatur dalam kegiatan santunan ini. Panitia membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu anak yatim, piatu, dan lansia.
“Bagi para donatur, kami mengajak untuk menyisihkan rezekinya. Insha Allah, sedekah yang diberikan akan menjadi amal jariyah yang membawa berkah,” ungkap panitia.
Selanjutnya, panitia meminta semua pengurus Ranting NU dan Banom NU se-Kecamatan Bojongsari untuk mendata calon penerima santunan beserta alamatnya di wilayah masing-masing. Data tersebut akan diserahkan kepada Bendahara MWC NU Bojongsari, Bapak Slamet Margiatno, untuk memastikan pendataan dan penyaluran yang teratur, tepat sasaran, dan transparan.
Dengan peringatan Harlah NU ke-103 ini, MWC NU Bojongsari berharap semangat khidmah dan kebersamaan di kalangan Nahdliyin semakin meningkat. NU diharapkan dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, mempererat persatuan umat, serta berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.
“Semoga perayaan Harlah NU ke-103 ini membawa berkah, memperkuat persaudaraan, dan menjadi sarana kebaikan bagi kita semua,” tutup panitia.
Perayaan Harlah NU ke-103 MWC NU Bojongsari ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya besar dalam jumlah, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.
