Relawan Mencari Syafiq Hingga Terjun ke Jurang untuk Pendaki yang Hilang
Informasi Tanggal

TANGGAL HARI INI

Sabtu

Wage

Tanggal Masehi

2 Mei 2026

Tanggal Hijriyah

18 Dzulqaidah 1447 H

"Waktu adalah anugerah, gunakan dengan sebaik-baiknya"

Relawan Mencari Syafiq Hingga Terjun ke Jurang untuk Pendaki yang Hilang

**Relawan Mencari Syafiq Hingga Terjun ke Jurang untuk Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet**

Kisah Facundo Chrysnha Pradipha 


**Ringkasan:** 


Seorang relawan menceritakan berbagai pengalaman yang dialaminya selama pencarian survivor bernama Syafiq, termasuk mencium aroma misterius dan merasakan penurunan kadar oksigen di suatu tempat. Ia rela terjun ke jurang karena ingin menemukan Syafiq yang hilang di Gunung Slamet.

**WARTA INDONESIA** – Pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak Sabtu (27/12/2025), menarik perhatian masyarakat luas, termasuk bocah indigo, Rival Altaf.



Rival telah viral karena perannya dalam operasi SAR sebelumnya untuk menanggulangi korban tanah longsor di Cilacap pada November 2025.

Tidak hanya Rival, relawan dari berbagai organisasi juga ikut ambil bagian dalam pencarian Syafiq yang hingga kini sudah lebih dari dua pekan belum ditemukan.

Meskipun operasi SAR resmi oleh Basarnas ditutup pada 7 Januari 2026, pencarian masih berlanjut dengan bantuan relawan dan komunitas pendaki.

Syafiq mendaki bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, dan keduanya dilaporkan tidak kembali, sehingga pencarian dimulai pada Minggu (28/12/2025).

Himawan ditemukan selamat di Pos 5 pada Senin (29/12/2025), namun Syafiq belum ditemukan.

Airul, seorang relawan yang diwawancarai pada Senin (12/1/2026), menyebutkan bahwa pencarian saat ini bersifat pemantauan.

"Berbagai kelompok relawan terlibat dalam penyisiran jalur pendakian hingga ke jurang demi Syafiq dari Magelang," ujarnya.

Relawan dari Basecamp Permadi Guci Gunung Slamet menjelaskan bahwa operasi SAR dilakukan secara sukarela, mandiri, dan terjadwal dengan sistem shifting sejak operasi resmi ditutup.

Pada Minggu (11/1/2026), relawan melakukan pendakian untuk melanjutkan pencarian, dan operasi dilanjutkan dari Senin hingga Rabu (12-14/1/2026).

"Saya berencana melakukan operasi SAR mandiri pada hari Rabu. Saat ini, saya sedang memetakan rute dan memperhatikan cuaca agar pencarian dapat berlangsung efektif," katanya.

Dijelaskannya, Basarnas akan siap membantu evakuasi setelah korban ditemukan.

Pencarian dengan sistem shift bertujuan untuk efisiensi dan menjangkau area yang belum terakses.

"Sejak kemarin, dua kali operasi SAR dilakukan dari Pos 5 hingga 9, serta menyisir sekitar Pos 7-8 dan jurang. Semoga (Syafiq) segera ditemukan dalam keadaan apapun agar tim SAR dan relawan tidak lagi merasa penasaran dengan nasibnya," imbuhnya.

Selama pencarian, Airul mengungkapkan banyak rintangan dan kesulitan yang dihadapi serta pengalaman berharga.

Salah satu pengalamannya termasuk merasakan penurunan kadar oksigen mendadak dan mencium aroma aneh.

"Hanya saja, kami berhasil keluar dari situasi tersebut," tulisnya di sosial media.

Rival Altaf, yang terlibat dalam pencarian, menyarankan agar fokus dilakukan di Segara Wedi, daerah kawah puncak Gunung Slamet. Ia juga menegaskan bahwa berita mengenai penemuan Syafiq adalah tidak benar.

"Sampai saat ini, relawan masih berjuang mencari Syafiq yang telah hilang lebih dari 15 hari," ujarnya.

Pada Sabtu (10/1/2026), Rival tiba di basecamp jalur Dipajaya Gunung Slamet dan ikut melanjutkan pencarian Syafiq.

Sementara informasi dari komunitas pendaki menyebut bahwa Rival bersama delapan relawan lainnya bergerak menuju Pos 5 sekitar pukul 16.30 WIB untuk melakukan pencarian lebih lanjut.

Syafiq sebelumnya memberitahukan keluarganya bahwa ia akan mendaki Gunung Sumbing, tetapi mereka baru mengetahui bahwa ia ada di Gunung Slamet setelah menerima foto dari Syafiq yang menunjukkan keberadaannya.

"Awalnya, dia bilang akan ke Gunung Sumbing. Tiba-tiba mengirimkan foto dari basecamp Gunung Slamet," kata kakaknya, Naufal Hisyam (24).

Mereka sempat terkejut dengan perubahan lokasi pendakian tersebut, tapi tetap mengizinkan karena Syafiq sudah berada di sana namun hingga Minggu sore tidak ada kabar.

Setelah ditelusuri, diketahui bahwa KTP dan motornya masih berada di basecamp Dipajaya.

Mengenai kondisi Himawan, diketahui ia ditemukan oleh pendaki lain dalam keadaan lemas dan duduk di Pos 5. Ia kemudian dievakuasi oleh tim SAR dan setelah perawatan, kondisinya mulai stabil meskipun penjelasannya tampak tidak konsisten.

Diduga, Syafiq dan Himawan terpisah di sekitar Pos 5 saat Himawan mengalami kram, dan Syafiq berinisiatif turun mencari bantuan. Ada juga informasi bahwa dua pendaki perempuan sempat melihat Syafiq di sekitar Pos 3 sebelum jejaknya hilang akibat kesalahan jalur.


Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama