Pendaki Berpengalaman Hilang di Bukit Mongkrang, Pencarian Masuk Hari Ke-5, Tim SAR & Paranormal Turun Gunung
Informasi Tanggal

TANGGAL HARI INI

Sabtu

Wage

Tanggal Masehi

2 Mei 2026

Tanggal Hijriyah

18 Dzulqaidah 1447 H

"Waktu adalah anugerah, gunakan dengan sebaik-baiknya"

Pendaki Berpengalaman Hilang di Bukit Mongkrang, Pencarian Masuk Hari Ke-5, Tim SAR & Paranormal Turun Gunung

Karanganyar, Jawa Tengah — Kasus hilangnya seorang pendaki di Bukit Mongkrang kawasan lereng Gunung Lawu menjadi sorotan publik setelah empat hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan belum membuahkan hasil. Insiden ini memicu keprihatinan luas netizen di platform media sosial dan diskusi hangat di berbagai komunitas pendaki. Yasad Ahmad Firdaus, yang akrab disapa Dauz (26), seorang warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, dilaporkan hilang sejak Minggu pagi (18/1/2026) saat kembali turun dari puncak Bukit Mongkrang. Ia diketahui mendaki bersama tiga temannya: Cahya, Salman, dan Riyan. Pendakian Normal Berujung Misteri Rombongan pendaki berangkat dari basecamp sekitar pukul 06.30 WIB dan berhasil mencapai puncak Bukit Mongkrang sekitar pukul 08.00 WIB. Namun saat turun, rombongan mengalami perpisahan di jalur Pos 3. Tiga rekannya tiba di basecamp tepat waktu, sementara Yasid tak kunjung muncul hingga siang dan sore hari. Karena khawatir, salah satu temannya kemudian melapor kepada petugas SAR setempat Menurut laporan awal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, pencarian langsung dilakukan sore harinya dan dilanjutkan sejak esoknya. Area utama penyisiran mencakup jalur utama pendakian hingga menuju Pos Candi 1, Candi 2, Sangitan, Pagerdowo, serta sektor Bayangan dan Mrutu Sewu. Namun hingga kini, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Karanganyar, relawan, TNI, Polri, serta komunitas pendaki setempat masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Yasid maupun barang-barang pribadinya yang berarti. Cuaca Ekstrem & Medan Sulit Hambat Operasi Salah satu kendala utama dalam operasi pencarian adalah cuaca ekstrem di kawasan Bukit Mongkrang dan Gunung Lawu. Kabut tebal, hujan, angin kencang, dan badai di puncak gunung secara signifikan membatasi jarak pandang tim penyisir dan penggunaan teknologi seperti drone. Ilalang tinggi dan vegetasi rimba yang rapat juga menjadi penghalang saat tim SAR menyisir jalur yang kemungkinan dilalui oleh korban. Koordinator Operasi SAR, Yohan Tri Anggoro, mengatakan bahwa kondisi itu membuat strategi pencarian harus dilakukan secara berhati-hati dan sistematis. Penggunaan drone pun sering kali tidak maksimal akibat angin kencang, di mana kecepatan angin di puncak Mentawai Jenis Mongkrang pernah mencapai 45 knot, menurut laporan tim pencari. Pencarian Diperluas Hingga Jawa Timur Seiring berjalannya waktu tanpa hasil, pencarian terus diperluas sampai wilayah Magetan, Jawa Timur, seperti daerah Geni Langit, Sendang, dan Pandowo. Tim SAR dari Magetan turut dilibatkan untuk memperlebar radius penyisiran menembus hutan dan jalur off-trail di lereng Gunung Lawu.
Koordinator SAR mengungkap bahwa area yang paling sering disasar meliputi titik-titik jalur yang memiliki elevasi berbeda dan kemungkinan korban menyimpang dari rute utama karena kondisi medan yang berat. Beragam Pendekatan Dilakukan — Termasuk Paranormal Menariknya, memasuki hari kelima pencarian, tim relawan melibatkan sejumlah paranormal dalam operasi dengan harapan tambahan pendekatan spiritual dapat membantu menemukan titik terang keberadaan Yasid. Keputusan ini dibenarkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno sebagai bagian dari berbagai upaya yang dilakukan demi menemukan korban. Selain itu, anjing pelacak dari Polres Karanganyar juga dikerahkan untuk membantu pencarian di hutan belantara sekitar lokasi hilangnya pendaki. Keluarga Menanti dengan Haru Orang tua Yasid, Sapto Mulyono dan Rustiningsih, memilih bertahan di kawasan Bukit Mongkrang menunggu kabar sang anak. Mereka tampak tegar namun terus berharap bantuan dan doa dari masyarakat luas untuk keselamatan anak mereka. Menurut keluarga, Yasid sebenarnya merupakan pendaki berpengalaman yang telah lima kali menaklukkan Bukit Mongkrang sebelumnya dan membawa perlengkapan yang dianggap cukup memadai. Faktor ini semakin memperkuat misteri tentang keberadaannya yang belum ditemukan hingga kini. Penutupan Jalur & Imbauan Pihak Berwajib Akibat insiden ini, jalur pendakian Bukit Mongkrang sempat ditutup sementara untuk memfokuskan pencarian dan menghindari risiko bagi pendaki lain. Pihak berwajib terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini. Status Terbaru: Belum Ditemukan Hingga hari kelima pencarian jumlah petunjuk tetap nihil, sementara tim SAR terus bekerja siang dan malam meskipun kondisi medan dan cuaca tidak bersahabat. Barang-barang milik Yasid belum ditemukan, dan ke mana rute penurunan yang ia lalui masih menjadi misteri yang terus diselidiki. Ruang warta melaporkan//

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama