Kelompok Wanita Tani Desa Karanbanjar Kelola 600 Ekor Ayam Petelur
Informasi Tanggal

TANGGAL HARI INI

Sabtu

Wage

Tanggal Masehi

2 Mei 2026

Tanggal Hijriyah

18 Dzulqaidah 1447 H

"Waktu adalah anugerah, gunakan dengan sebaik-baiknya"

Kelompok Wanita Tani Desa Karanbanjar Kelola 600 Ekor Ayam Petelur



KARANGBANJAR – Kelompok Wanita Tani (KWT) yang berada di Desa Karanbanjar, Dusun (Kadus) 3, terus menunjukkan peran aktif dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Melalui program peternakan ayam petelur, KWT Desa Karanbanjar saat ini mengelola 600 ekor ayam petelur yang telah berusia tiga bulan dan sudah mencapai sekitar 50 persen produksi telur.

Program ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan perempuan desa dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan keluarga. Sejak awal, seluruh proses pemeliharaan ayam dilakukan secara mandiri oleh anggota KWT, mulai dari pengelolaan kandang, pemberian pakan, hingga pemasaran hasil telur.

Ketua Kelompok Wanita Tani Desa Karanbanjar menyampaikan bahwa capaian produksi telur pada usia ayam yang relatif muda ini merupakan hasil dari perawatan yang teratur dan manajemen kandang yang baik.

“Alhamdulillah, ayam petelur yang kami kelola baru berusia tiga bulan, namun sudah mulai bertelur sekitar 50 persen. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan produksi,” ujarnya.

Kepala Desa Karanbanjar, Suswanto, mengapresiasi kinerja Kelompok Wanita Tani yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, khususnya bagi kaum perempuan.

“Saya sangat mengapresiasi Kelompok Wanita Tani di Dusun 3 Desa Karanbanjar. Program peternakan ayam petelur ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi ibu-ibu,” kata Suswanto.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus mendukung program-program produktif yang dikelola masyarakat, termasuk melalui pendampingan dan penguatan kelembagaan agar usaha ternak ayam petelur ini dapat berkembang secara berkelanjutan.

Saat ini, hasil produksi telur sebagian dipasarkan kepada warga sekitar desa, sementara sebagian lainnya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga anggota KWT. Ke depan, KWT Desa Karanbanjar menargetkan produksi telur dapat meningkat hingga 80–90 persen seiring bertambahnya usia ayam memasuki masa produksi optimal.

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lain dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa.

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama