Api Melahap Dukuh Karangrandu, 4 Rumah Warga RT 05,RW 06 Baleraksa Ludes Terbakar
Informasi Tanggal

TANGGAL HARI INI

Sabtu

Wage

Tanggal Masehi

2 Mei 2026

Tanggal Hijriyah

18 Dzulqaidah 1447 H

"Waktu adalah anugerah, gunakan dengan sebaik-baiknya"

Api Melahap Dukuh Karangrandu, 4 Rumah Warga RT 05,RW 06 Baleraksa Ludes Terbakar


Kebakaran Di Baleraksa Jam 10.15 Hari Kamis
29 Januari 2026



























Kebakaran hebat melanda Dukuh Karangrandu, Desa Baleraksa RT 05 dan RW0 06, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga. Empat rumah warga dilaporkan ludes terbakar akibat dugaan korsleting kabel listrik yang menyambar blarak kering, sementara dua rumah lainnya berhasil diselamatkan. Korban kebakaran di antaranya Bapak Nurohman dan Bapak Murto, warga kurang mampu yang dikenal sebagai imam mushola setempat.
    
          Kebakaran di Dusun Karangrandu (Baleraksa)


RUANG WARTA //Purbalingga – Musibah kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dukuh Karangrandu, Desa Baleraksa RT 05 dan RT 06, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, pada Kamis, 29 Januari 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.15 WIB tersebut mengakibatkan empat rumah warga terbakar habis, sementara dua rumah lainnya berhasil diselamatkan dari amukan api.

Kebakaran terjadi saat sebagian warga tengah beraktivitas di dalam rumah maupun di sekitar lingkungan permukiman. Api pertama kali diketahui muncul dari bagian belakang salah satu rumah warga, kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain yang berada berdekatan. Kondisi rumah yang mayoritas berbahan kayu serta banyaknya daun kelapa kering (blarak) di sekitar lokasi diduga mempercepat rambatan api.

Menurut keterangan warga dan sumber di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting kabel listrik di belakang rumah. Percikan api dari kabel yang konslet tersebut menyambar blarak kering, sehingga api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan. Dalam hitungan menit, kobaran api melahap bangunan rumah beserta sebagian besar isinya.

Dua korban yang rumahnya terbakar habis diketahui bernama Bapak Nurohman dan Bapak Murto. Keduanya merupakan warga setempat yang dikenal hidup sederhana dan tergolong keluarga kurang mampu. Selain itu, menurut keterangan warga sekitar, kedua korban juga dikenal sebagai sosok yang taat beribadah dan aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan desa.

“Api cepat sekali membesar karena di belakang rumah banyak blarak kering. Awalnya hanya terlihat asap, tapi tidak lama kemudian api sudah tinggi dan merembet ke rumah lain,” ujar salah satu warga yang turut membantu proses pemadaman secara manual.

Warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti ember dan selang air. Namun, besarnya kobaran api serta hembusan angin membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Api baru dapat dikendalikan setelah bantuan pemadaman datang dan dilakukan secara bersama-sama, sehingga kebakaran tidak meluas ke rumah-rumah lain di sekitarnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar karena empat rumah mengalami kerusakan total dan seluruh harta benda di dalamnya tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, dua rumah lain yang berada di sekitar lokasi kejadian berhasil diselamatkan, meski sempat terancam terdampak kobaran api. Hingga berita ini diturunkan, identitas pemilik dua rumah yang selamat tersebut belum dapat dipastikan.

Pasca kejadian, warga bersama perangkat desa bergerak cepat melakukan pendataan serta memberikan bantuan darurat kepada para korban. Sejumlah warga tampak membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran dan mengumpulkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Para korban saat ini terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat maupun tetangga terdekat.

Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama pada bangunan lama dengan kabel yang sudah tidak layak pakai. Selain itu, keberadaan bahan-bahan mudah terbakar seperti blarak dan kayu kering di sekitar rumah juga perlu mendapat perhatian khusus guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.

Pihak desa mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik serta menjaga lingkungan rumah tetap bersih dari material yang mudah terbakar. Pemerintah desa bersama warga juga diharapkan dapat bergotong royong membantu para korban agar dapat segera bangkit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Musibah yang menimpa warga Dukuh Karangrandu ini meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga korban. Dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, agar para korban kebakaran dapat melewati masa sulit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Kontributor:Sandigu//Ruang Warta

Warta Purbalingga

Tidak ada kata sulit kalau mau mencoba,kegagalan adalah awal dari sukses yang tertunda.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama