![]() |
| Sek-NHN Siap menyalurkan bantuan ke Serayu dan gunung Malang setelah mendapat Mandat dari Baznaz |
BAZNAS Purbalingga bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan bagi korban bencana Serayu dan Gunung Malang.
BAZNAS Kabupaten Purbalingga menyalurkan bantuan bakso kering kepada warga terdampak bencana di wilayah Sungai Serayu dan Gunung Malang, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir..
Bantuan berupa bakso kering diterima langsung oleh Sekretaris Yayasan Nurul Hikmah Nuswantoro, Jarwoto Aminoto, S.Pd., M.Pd, yang juga menjalankan peran strategis sebagai tenaga mobilitas BAZNAS Kabupaten Purbalingga. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor BAZNAS Purbalingga dan menjadi bagian dari upaya percepatan distribusi logistik ke wilayah terdampak bencana.
Jarwoto menyampaikan bahwa bantuan pangan siap saji seperti bakso kering memiliki nilai strategis di masa tanggap darurat. Selain mudah diolah, makanan ini juga memiliki daya simpan yang cukup lama sehingga sangat membantu operasional dapur umum di posko-posko pengungsian.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kepedulian para donatur. Bantuan ini akan segera kami distribusikan ke posko-posko penyalur bahan makanan untuk korban terdampak bencana, baik di wilayah Serayu Kecamatan Mrebet maupun di Gunung Malang,” ujar Jarwoto kepada Ruang Warta News.
Bencana alam yang melanda kedua wilayah tersebut menyebabkan dampak signifikan terhadap kehidupan warga. Sejumlah rumah mengalami kerusakan, aktivitas ekonomi terhenti, dan banyak keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kondisi ini membuat kebutuhan logistik, terutama bahan pangan, menjadi prioritas utama.
Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Kabupaten Purbalingga terus bergerak aktif menghimpun serta menyalurkan bantuan dari masyarakat agar tepat sasaran. Peran tenaga mobilitas menjadi ujung tombak dalam memastikan bantuan dapat menjangkau lokasi terdampak secara cepat dan merata.
Menurut Jarwoto, distribusi bantuan bakso kering akan difokuskan pada posko-posko dapur umum yang setiap hari menyediakan makanan bagi para pengungsi. Prioritas diberikan kepada posko yang melayani kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta ibu hamil.
“Kami melakukan pendataan posko secara detail agar bantuan tidak menumpuk di satu titik, sementara titik lain kekurangan. Prinsip kami adalah pemerataan dan keadilan distribusi,” tegasnya.
Di lapangan, para relawan menyambut baik bantuan tersebut. Bakso kering dinilai fleksibel untuk diolah menjadi berbagai menu sederhana namun bergizi, sehingga dapat menjaga kondisi kesehatan para pengungsi di tengah keterbatasan fasilitas.
Kehadiran bantuan ini sekaligus menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong masyarakat Purbalingga. Kolaborasi antara yayasan sosial, BAZNAS, relawan, serta para donatur menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan mampu menjadi kekuatan besar dalam menghadapi situasi krisis.
BAZNAS Kabupaten Purbalingga juga mengajak masyarakat luas untuk terus berpartisipasi membantu korban bencana melalui jalur resmi. Bantuan dapat disalurkan dalam bentuk bahan pangan, air bersih, perlengkapan bayi, hingga donasi dana yang akan dikelola secara transparan dan akuntabel.
“Setiap bantuan, sekecil apa pun, sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang saat ini sedang berjuang bangkit dari dampak bencana,” pungkas Jarwoto.
Dengan sinergi dan solidaritas yang terus terjaga, diharapkan para korban bencana di wilayah Serayu dan Gunung Malang dapat segera pulih, menata kembali kehidupan, dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.
